Sebab Generasi Z Lebih Sehat dan Produktif

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Generasi Milenial. all-souzoku.com

    Ilustrasi Generasi Milenial. all-souzoku.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah penelitian yang dilakukan Yayasan Annie E. Casey menunjukkan bahwa orang yang lahir setelah 1995 memiliki kesehatan dan pendidikan yang lebih baik dibandingkan remaja yang lahir beberapa tahun sebelumnya. Dari data yayasan pada 2016 Kids Count Data Book, dilaporkan bahwa remaja sekarang lebih stabil meskipun faktanya negara mereka sedang mengalami krisis ekonomi yang serius.

    Generasi Z adalah mereka yang lahir antara 1996 dan 2010. Di Amerika Serikat, ada sekitar 23 juta jumlah anak generasi ini dan 1,9 miliar di seluruh dunia. Penelitian ini juga menunjukkan mereka yang lahir setelah 1995 jauh lebih baik dalam bidang kesejahteraan, ekonomi, pendidikan, kesehatan, keluarga dan masyarakat.

    Penelitian ini berlangsung antara tahun 2008 dan 2014. Bagi generasi Z, pendidikan dan gelar sarjana adalah penting. Banyak lulusan perguruan tinggi mendapatkan pekerjaan di posisi menengah (middle income position). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendapatan mereka sekitar Rp 143.164/ jam.

    Generasi ini lebih familiar terhadap teknologi. Mereka adalah generasi yang melek dunia digital. Perkembangan informasi, cepat mendapatkan berita, bahkan media sosial sudah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari, dilansir dari Parentherald.

    Dapat dikatakan generasi Z adalah generasi yang melek teknologi. Mereka tumbuh pascakrisis ekonomi global namun memiliki alat-alat baru dan jauh lebih cepat. Mereka sadar akan refleksi diri dan apa yang diinginkan di masa depan, cenderung tidak ingin terikat dengan jam kantor, bekerja di rumah, memiliki kesadaran privasi yang tinggi, tidak suka memakai seragam, kritis terhadap politik, dan kemanusiaan, sadar akan kenaikan jenjang karir dan penghasilan yang di dapat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.