Sebab Kopi Saset Mudah Terbakar, Bukan Indikasi Bahan Berbahaya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iustrasi kopi. Unsplash.com/Christiana Rivers

    Iustrasi kopi. Unsplash.com/Christiana Rivers

    TEMPO.CO, Jakarta - Dunia maya sedang dihebohkan oleh video kopi saset yang mudah terbakar sehingga ada kekhawatiran bahannya berbahaya. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito mengatakan kopi saset mudah terbakar bukan berarti bahannya berbahaya tetapi karena materialnya reaktif terhadap api.

    Penny menyebutkan sejumlah kopi sasetan yang terdaftar di BPOM merupakan kategori minuman serbuk kopi gula krimer. Adapun di media sosial kerap diunggah ulang soal video kopi sasetan sejumlah merek mudah terbakar saat disulut korek api. Dari fenomena yang ada, warganet kerap menganggap isu tersebut sebagai hal baru meski sejatinya hanya unggahan ulang.

    Kepala BPOM mengatakan komposisi produk kopi sasetan itu antara lain gula, krimer nabati, dan kopi bubuk instan. Sejumlah produk kopi sasetan yang memiliki izin edar BPOM telah melalui evaluasi keamanan dan mutu. Kopi sasetan, yang terdaftar di BPOM itu berbentuk serbuk, ringan, berpartikel halus, mengandung minyak dan memiliki kadar air yang rendah. Kemungkinan yang mudah terjadi material tersebut sangat mudah terbakar.

    Dia mengatakan sejumlah produk pangan yang memiliki rantai karbon kadar air rendah, terutama yang berbentuk tipis dan berpori dapat terbakar atau menyala jika disulut dengan api. Akan tetapi, hal itu bukan berarti produk tersebut berbahaya jika dikonsumsi.

    "Di sekitar kita terdapat banyak bahan pangan yang mudah terbakar, seperti terigu, kopi bubuk, kopi-krimer, merica bubuk, cabe bubuk, kopi instan, putih telur, susu bubuk, pati jagung, biji-bijian, kentang. Hal ini bukan berarti bahan pangan tersebut berbahaya atau tidak aman untuk dikonsumsi," jelasnya.

    Apabila masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut silahkan menghubungi Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533 (pulsa lokal). Bisa juga SMS ke 081219999533, surel halobpom@pom.go.id dan twitter @HaloBPOM1500533. Selain itu, BPOM juga menyediakan saluran untuk masyarakat melalui Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.