Sejarah dan Inspirasi Topeng Slipknot saat di Panggung

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Corey

    Corey "The Sickness" Taylor, penyanyi utama grup musik beraliran nu metal Slipknot tampil dalam sebuah konser di Lisbon, Portugal, (10/07). Foto: AP Photo/Armando Franca

    TEMPO.CO, Jakarta - Slipknot akan menghibur para penggemar di Jakarta pada 27 Maret 2020. Grup musik heavy metal ini sudah mengonfirmasi kehadirannya dalam rangka memeriahkan salah satu konser musik rock terbesar di Indonesia, Hammersonic.

    Terlepas dari kabar bahagia bagi para penggemar, Slipknot dikenal sebagai band yang memiliki ciri khas topeng. Kesembilan anggota band ini memang selalu menggunakannya saat manggung.

    Berbicara tentang awal mula penggunaan topeng itu sendiri, Shawn Crahan lah yang menginisiasinya, tepatnya saat memulai pertunjukan pertama di 1995. Pria yang memegang posisi drummer itu mengatakan bahwa acara tersebut bertepatan dengan Halloween.

    Meme Setya Novanto yang jadi anggota band Slipknot. twitter.com

    “Saya mengatakan pada teman-teman bahwa saya akan menggunakan topeng. Tentu akan terlihat aneh jika saya saja yang menggunakannya. Jadi mereka semua sepakat untuk memakai topeng,” katanya seperti dilansir dari situs Louder Sound.

    Sejak saat itu, Slipknot pun akhirnya memutuskan untuk selalu menggunakan topeng. Mereka juga memiliki ciri khas dan makna dari masing-masing topeng yang dipilih. Contohnya pemain perkusi Chris Fehn. Ia memilih topeng dengan hidung yang menyerupai tokoh kartun Pinokio.

    “Ini sangat mencerminkan tokoh komik favorit, sekaligus kepribadian saya yang suka membual,” ungkapnya.

    Sedangkan gitaris Jim Root menggunakan topeng berbentuk badut. Menurutnya, ini mencerminkan kepribadian sekaligus mengikuti zaman. “Badut sedang diindikasikan sebagai hal yang menyeramkan. Saya ingin merasakannya untuk mendukung performa saya sebagai musisi metal yang tidak kalah seram,” jelasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.