Alasan Sarapan Roti dan Kopi Tidak Cukup, Bagaimana Baiknya?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sarapan kue dan roti. Shutterstock

    Ilustrasi sarapan kue dan roti. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Boleh percaya boleh tidak, sarapan berpengaruh besar dalam aktivitas selama sehari penuh. Apapun kegiatannya, menyenangkan atau tidak, semua berawal dari sarapan.

    Sayangnya, banyak yang melewatkan sarapan dengan berbagai alasan, mulai dari terburu-buru sampai masalah di perut. Sebagian lebih mengisi perut seadanya sebelum beraktivitas, misalnya hanya makan sepotong roti, kue, atau sebuah pisang. Padahal, tidak cukup makan di pagi hari bisa menyebabkan menurunnya konsentrasi dan level energi di siang hari.

    Apapun kegiatannya dan betapa pun mepetnya waktu, sempatkanlah untuk sarapan dengan layak. Berikut tanda-tanda bila tak cukup sarapan, seperti yang diberikan Cheat Sheet.

    #Mencari sarapan babak kedua pada pukul 10.00
    Baru 1 jam setelah mulai bekerja, perut sudah keroncongan. Bila tidak memungkinkan untuk sarapan lebih pagi, pikirkan lagi soal menu yang disantap. Pilihlah makanan yang tinggi protein agar nafsu makan tidak berlebihan beberapa jam kemudian.

    #Lesu saat rapat pagi
    Rasa mengantuk dan lesu menyerang saat menghadiri rapat di pagi hari. Bila tidak cukup sarapan, pengaruhnya bukan hanya menurunnya produktivitas tapi secara total menghambat kemampuan untuk berkonsentrasi. Makanan adalah bahan bakar. Tubuh mengubah makanan menjadi tenaga, seperti juga pada glukosa, dan mendistribusikannya saat dibutuhkan.

    Bila tidak cukup glukosa di otak, maka organ ini pun tidak bisa berfungsi baik. Buah-buahan, sayuran, juga teh hijau dan cokelat, membantu meningkatkan konsentrasi di tempat bekerja atau di mana pun sehingga tak ada salahnya dimasukkan ke dalam menu sarapan.

    #Susah terjaga
    Perasaan selalu mengantuk dan bahkan tertidur. Itulah salah satu efek tidak sarapan. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidnesy Diseases di Amerika Serikat, rasa mengantuk ini juga bisa disebabkan oleh kadar gula darah yang rendah, dan salah satu penyebabnya adalah tidak cukup makan di pagi hari. Sekali lagi, makanan yang kaya protein dan serat akan memberikan tubuh tambahan energi dan tak akan cepat habis.

    #Hanya makan 1 macam saja
    Memang tak ada peraturan bahwa kita boleh menyantap satu macam makanan saja sat sarapan. Tapi kenyataannya, mengombinasikan beberapa jenis makanan adalah cara terbaik untuk memastikan tetap kenyang, fokus, dan terjaga sampai waktu makan siang.

    #Beli sarapan seadanya di luar
    Karena tak sempat sarapan di rumah, kita pun membeli makanan di kantin. Sepotong roti atau dan segelas kertas kopi susu biasanya menjadi pilihan. Padahal, makanan ini tak ada gizinya sehingga tak mampu memberi cukup energi sampai siang hari.

    #Hanya minum kopi
    Hanya kopi yang diminum saat sarapan tanpa teman apapun karena kita berpikir kopi mampu menghilangkan rasa kantuk di pagi hari. Kopi memang membuat terjaga, tapi dampaknya membuat kekurangan tenaga untuk waktu yang lama. Menurut HowStuffWork, kafein sebenarnya tidak memberikan energi yang dibutuhkan, hanya meningkatkan kadar dopamin di otak. Tanpa sumber energi sesungguhnya dari makanan, tubuh akan mengolah apapun yang ada di cangkir, yakni gula dan krim. Ketika kadar dopamin turun lagi, maka lemaslah tubuh.

    #Tak berhenti mengunyah
    Alasan banyak pakar yang menyarankan untuk makan di pagi hari berkaitan dengan rasa lapar dan nafsu makan di waktu berikutnya. Semakin sedikit kita makan di pagi hari, semakin besar keinginan tubuh untuk melampiaskannya di jam-jam berikut. Penelitian menunjukkan orang yang makan banyak di pagi hari berat badannya cenderung terjaga karena mereka kurang bernafsu untuk makan banyak lagi atau mengemil di siang hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.