Alasan Masyarakat di Luar Jawa Gemar Belanja Online Alat Olahraga

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peralatan olahraga

    Peralatan olahraga

    TEMPO.CO, Jakarta - Belanja online sudah menjadi kebutuhan banyak masyarakat di dunia. Tak terkecuali di Indonesia, bahkan di luar pulau Jawa, seperti Sumatra dan Sulawesi, pun jumlah pelakunya cukup besar.

    Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) pada 2018-2019, ditemukan sebanyak 6,4 juta masyarakat Indonesia yang sudah berbelanja lewat toko online. Hampir 10 persen di antaranya adalah orang dari luar Jawa, seperti Sumatra dan Sulawesi.

    Ada dua kategori barang belanjaan yang sering dibeli oleh kedua daerah tersebut, termauk alat olahraga dan kesehatan.

    “Paling besar itu untuk membeli peralatan bidang olahraga basket dan sepakbola, serta kesehatan, ada vitamin dan obat-obatan,” kata External Communications Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya, dalam acara media gathering Tokopedia di Makassar pada 7 November 2019.

    Berbagai alasan pun menyertai pembelian alat olahraga dan kesehatan ini. Menurut Ekhel, salah satunya karena kelengkapan barang yang dijual di toko online daripada toko fisik.

    “Ketersediaan produk di daerah seperti Sumatera dan Sulawesi masih sangat terbatas. Kalau mau PO (pre-order) pun menunggu lama. Tapi dari online, setiap barang bisa ditemukan dengan mudah, langsung dikirim dan digunakan,” jelasnya.

    Dari segi harga pun terbilang lebih terjangkau. Ekhel mengatakan bahwa alat olahraga dan kesehatan di daerah pasti lebih mahal sebab para pedagang di daerah umumnya mengambil barang dari pemasok di ibukota.

    “Kalau belanja online, kita bisa menghemat biaya karena walaupun dikirim paket tetap murah,” ungkapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.