Inspirasi Berjualan Bumbu dari Rasa Kangen, Ini Kisahnya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daun Bekai, Blusut dan Umbut Rotan dari Hutan yang merupakan bumbu masak bagi warga Suku Dayak. TEMPO/Frannoto

    Daun Bekai, Blusut dan Umbut Rotan dari Hutan yang merupakan bumbu masak bagi warga Suku Dayak. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Inspirasi untuk membuka usaha bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Contohnya pemilik toko bumbu jadi ‘Rumah Bumbu Ratna’ Abdul Wahab yang terbesit untuk membuka usaha lantaran kerinduannya akan masakan dari kampung halaman.

    Pria berusia 45 tahun ini bercerita bahwa dulu saat masih bekerja pada suatu perusahaan swasta, ia mengaku sering ditugaskan ke luar kota. Sampai suatu saat, ia diminta untuk tinggal disana hingga lebaran tiba. Padahal, lebaran selalu diindikasikan sebagai tempat berkumpulnya makanan enak khas daerah. “ Saat itu saya sangat kangen sekali untuk makan makanan lebaran yang dimasak oleh ibu saya. Daripada dimasak dan dikirim ke saya, saya minta ibu mengajarkan cara membuat bumbu dan memasak menu khas kelahiran saya, Makassar,” katanya dalam acara media gathering Tokopedia di Makassar pada 7 November 2019.

    Karena kepandaian sang ibu memasak, tak sedikit sanak saudara yang meminta dibuatkan resep juga. “Dari situ saya pikir, orang lain yang di luar kota pasti merasakan apa yang saya rasa. Dan daripada bantu saudara-saudara saja, kenapa tidak membantu banyak orang untuk mengobati rindu juga,” ungkapnya.

    Oleh karena itu, Wahab pun akhirnya mengundurkan diri dari perusahaan dan memulai bisnis menjual bumbu jadi seperti bumbu coto, kari, bumbu sambal goreng, bumbu rendang dan cita rasa khas nusantara lainnya pada tahun 2016 silam. “Sampai saat ini, kami sudah ada workshop tempat pengolahan sendiri. Produk kami juga dijualbelikan lewat toko fisik dan online ke seluruh daerah di Indonesia,” jelasnya.

    Tiga tahun berjualan, omset yang dihasilkan sudah mencapai belasan juta. Melihat antusiasme pelanggan yang tinggi, Wahab memutuskan untuk membuka toko ‘Rumah Bumbu Ratna’ di platform jual beli online pada tahun 2017 silam. Tak disangka, omsetnya pun bisa mencapai jutaan rupiah per bulan. “Omset lewat jual beli online bisa sampai lima juta per bulan,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.