Cegah Anak dari Cedera Kepala dengan Mudah

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu dan anak bermain di taman bermain. (Purewow /Cavan Images/ Getty Images)

    Ilustrasi ibu dan anak bermain di taman bermain. (Purewow /Cavan Images/ Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak-anak yang aktif bergerak rentan mengalami cedera kepala akibat tidak sengaja terjatuh ketika sedang bermain. "Pasanglah pintu di depan tangga," kata Dokter Tjin Willy dari Alodokter dalam siaran pers Sabtu 9 Oktober 2019.

    Dalam ulasan bertema kiat-kiat untuk mengurangi risiko cedera kepala anak, Willy menambahkan ada baiknya orang tua mengunci pintu saat tidak ada pengawas di ruangan.

    Selain pengamanan pada tangga, orang tua juga perlu untuk memasang terali di jendela, terutama bila tinggal di rumah bertingkat atau apartemen. Kemudian, letakkan keset kering di depan pintu kamar mandi demi menghindari risiko anak terpeleset akibat menjejakkan kaki yang basah.

    Selain anak-anak, cedera kepala juga bisa terjadi pada orang dewasa. Willy menyarankan untuk memakai alat pelindung diri seperti helm saat ketika bekerja di tempat yang berisiko.

    Cedera kepala dibagi menjadi tiga berdasarkan tingkat parahnya yaitu cedera kepala ringan, sedang, dan berat. Cedera kepala ringan dapat menyebabkan gangguan sementara pada fungsi otak. Penderita dapat merasa mual, pusing, linglung, ataupun kesulitan mengingat untuk beberapa saat.

    Kondisi itu dapat membaik dengan beristirahat. Penderita juga dianjurkan mengonsumsi paracetamol untuk meredakan rasa nyeri.

    Penderita cedera kepala sedang juga dapat mengalami kondisi yang sama sebagaimana cedera ringat. Tapi, gangguan itu dapat berlangsung dalam waktu lebih lama. Dokter biasanya akan memberi obat antikejang untuk menekan risiko kejang yang bisa terjadi seminggu setelah trauma, atau diuretik untuk meredakan tekanan dalam otak dengan mengeluarkan cairan dari tubuh.

    Bagi penderita cedera kepala berat, potensi komplikasi jangka panjang hingga kematian dapat terjadi jika tidak ditangani dengan tepat. Dalam kasus yang tergolong
    parah, seperti kerusakan pada pembuluh darah, dokter mungkin akan memberikan obat penenang yang dapat membuat pasien masuk dalam kondisi koma sementara.

    Penanganan itu dilakukan untuk meredakan tekanan dan beban kerja otak yang tidak dapat menerima oksigen dan nutrisi seperti biasanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.