Hewan Peliharaan Tak Boleh Kurang Gizi dan Stres, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anjing dan kucing. shutterstock.com

    Ilustrasi anjing dan kucing. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bukan hanya manusia yang harus dipenuhi kebutuhan gizinya, binatang peliharaan pun demikian. Drh. Novi Wulandari menyebut lima parameter hewan peliharaan bisa dikatakan sejahtera, salah satunya tidak boleh kurang gizi.

    "Pertama, mereka bebas akses untuk nutrisi dan minuman, termasuk kita jangan anthropomorphism, memanusiakan hewan, jadi mereka membutuhkan nutrisi yang berbeda dari manusia," ujar Novi.

    Kedua, hewan peliharaan dapat dikatakan sejahtera ketika bebas dari rasa sakit dan penyakit. Hal ini berarti mereka harus memiliki akses ke dokter hewan.

    "Jadi, pemiliknya harus rutin membawa ke dokter hewan," kata perempuan yang menjabat sebagai Corporate Affairs Manager Royal Canin Indonesia itu.

    Ketiga ada rasa nyaman. Menurut Novi, hewan peliharaan dapat dikatakan sejahtera jika memiliki tempat tinggal yang baik.

    "Kalau kandang, kandangnya juga animal welfare, jadi dia punya tempat tinggal yang baik agar tidak stres," ujarnyaa.

    Stres menjadi parameter keempat. Hewan bisa disebut sejahtera jika bebas stres, yang dapat datang dari lingkungan di sekitarnya, termasuk keberadaan hewan lain. Pemilik hewan harus benar-benar mempertimbangkan keberadaan hewan peliharaan yang telah ada sebelum memutuskan untuk mengadopsi hewan peliharaan lain sebab hal tersebut dapat memicu stres.

    "Mungkin sama-sama kucing, tapi kucingnya yang datang atau kucingnya yang sudah lama itu salah satunya alfa, alfa itu dominan, nah itu mereka harus pisahkan, karena kucing itu teritorial," kata Novi.

    Terakhir, hewan dikatakan sejahtera jika bisa mengekspresikan tingkah laku alami. Misalnya, anjing harus rutin diajak bermain atau dibawa jalan karena tingkah laku alami mereka.

    "Kucing apalagi, karena dia tiga dimensi, manjat-manjat, stres dia karena biasa melihat dari atas," katanya.

    Oleh karena itu, diperlukan komitmen dari pemilik untuk memelihara hewan peliharaan. "Komitmen waktu untuk mengajak bermain, dan komitmen biaya karena mereka suka lupa memelihara hewan itu jangka panjang, harus mikir buat 10 tahun, 15 tahun ke depan, sanggup tidak?" ujar Novi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.