Psikosomatik, Sehat tapi Merasa Sakit. Cek Sebabnya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi sakit kepala (pixabay.com)

    ilustrasi sakit kepala (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang sering merasakan sakit kepala yang berlebih atau nyeri punggung yang tak tertahankan. Namun, ketika dikonsultasikan ke dokter dan melakukan sejumlah pemeriksaan, tidak ditemukan adanya gangguan. Hal ini yang disebut dengan gangguan psikosomatik.

    Gangguan psikosomatik merupakan kondisi jiwa yang berpengaruh terhadap fisik. Kondisi mental dapat mempengaruhi fisik, seperti stres dan kecemasan. Sebagian besar gangguan psikosomatik ini melibatkan pikiran dan tubuh.

    Reaksi dan mengatasi penyakit setiap orang sangat bervariasi. Misalnya, ruam psoriasis mungkin bagi kita tidak mengganggu namun bagi beberapa orang hal ini membuat merasa tertekan dan sakit. Faktor mental mempengaruhi bagian fisik yang sakit. Misalnya, merasakan nyeri dada namun secara fisik tidak ditemukan adanya gangguan. Hal ini lebih disebabkan oleh stres.

    Umumnya, penderita psikomatik masih berusia muda, sebagian besar wanita dan dipicu oleh kecemasan dan stres. Pikiran dapat mempengaruhi penyakit fisik, bahwa pikiran dapat menyebabkan gejala fisik. Sebagai contoh, ketika merasa takut atau cemas, hal ini dapat meningkatkan detak jantung yang cepat, berdebar-debar, merasa mual, tremor, berkeringat, mulut kering, sakit dada, sakit kepala, sakit perut, dan napas menjadi cepat.

    Ketika cemas, gejala fisik meningkat akibat naiknya aktivitas impuls saraf yang dikirim dari otak ke berbagai bagian tubuh dan adanya pelepasan adrenalin ke dalam aliran darah. Ada juga beberapa bukti bahwa otak mungkin dapat mempengaruhi sel-sel tertentu dari sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan penyakit fisik.

    Setiap penyakit ada pengobatannya sendiri. Untuk penyakit fisik, perawatan fisik biasanya pemberian obat-obatan atau operasi. Namun, biasanya dokter juga akan mempertimbangkan faktor-faktor mental dan sosial yang mungkin mempengaruhi timbulnya penyakit.

    Oleh karena itu, dalam mengatasi masalah psikis, jaga kondisi mental. Hindari stres, buat pikiran tenang, atasi rasa cemas, hindari depresi, selalu berpikiran positif. Kondisi ini menunjukkan bahwa Anda butuh liburan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.