Makanan Tren, Rentan Membuat Anak Alami Diabetes

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tes gula darah penderita diabetes (pixabay.com)

    Ilustrasi tes gula darah penderita diabetes (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Prevalensi anak penyandang diabetes di Indonesia semakin bertambah. Menurut survei kesehatan nasional yang dikerjakan oleh Kementerian Kesehatan, sebanyak 10 persen dari total penyandang diabetes adalah anak-anak.

    “Sekarang di Indonesia yang mengidap diabetes ada sekitar 10 juta orang. Kalau 10 persennya, berarti 1 juta anak-anak (rentang usia hingga 12 tahun) sudah menderita diabetes,” kata Dokter Spesialis Endokrin dan Diabetes Anak Andi Nanis Sacharina Marzuki dalam acara media gathering bertema Hari Diabetes Sedunia Tahun 2019 di Kementerian Kesehatan Jakarta pada Senin, 11 November 2019.

    Penyebabnya pun beragam. Nanis mengatakan bahwa salah satunya dikarenakan keanekaragaman makanan yang beredar di pasaran. Salah satu contohnya adalah tren boba. Menurut Nanis, boba yang terbuat dari tepung tapioka itu tinggi glukosa. “Memang kita tidak bisa menyalahkan banyaknya varian boba ini. Yang bisa dilakukan adalah orang tua membatasi dan memperhatikan apa yang dikonsumsi anak,” katanya.

    Nanis juga mengatakan bahwa aktivitas fisik anak di era digital semakin minim. Terlebih dengan banyaknya kemudahan seperti berbelanja online dan acara-cara di internet yang menarik perhatian. “Akibatnya anak-anak menjadi lebih sering duduk dan tubuh tidak mengalami kegerakan. Padahal gerakan itu penting untuk membantu pembakaran lemak dan glukosa dalam tubuh,” jelasnya.

    Tak heran, Nanis pun menyarankan agar orang tua selalu mengajak anak-anak berolahraga. Tidak harus aktivitas yang berat, cukup dengan jalan santai, bermain bola atau berenang juga bisa dilakukan. “Atau lihat anak hobinya apa. Ajak bermain yang mengeluarkan keringat saja cukup,” katanya menegaskan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.