Cegah Naik Peringkat ke Diabetes, Pasien Pradiabetes Lakukan Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi diabetes (pixabay.com)

    ilustrasi diabetes (pixabay.com)

    TEMPO.CO, JakartaDiabetes adalah salah satu penyakit yang banyak dialami masyarakat Indonesia. Menurut Data Federasi Diabetes Internasional (IDF) Atlas 2017, setidaknya 10,3 juta masyarakat Indonesia adalah penyandang diabetes. Layaknya darah tinggi (hipertensi), diabetes termasuk penyakit yang tidak bisa disembuhkan alias degeneratif. Itu berarti, pasien harus rutin mengkonsumsi obat hingga seumur hidup demi mengontrol penyakit di dalam tubuh.

    Sebelum mencapai diabetes, pasien umumnya akan mengalami pradiabetes. Ini merupakan suatu kondisi dimana kadar gula darah antara 100-125 milligram/deciliter (mg/dl). “Kalau normal di bawah 100 mg/dl dan dikategorikan diabetes jika di atas 125 mg/dl,” kata Sekretaris Jenderal PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) Em Yunir dalam media gathering di Kementerian Kesehatan Jakarta pada 11 November 2019.

    Dalam tahap pradiabetes, banyak orang mungkin khawatir karena memiliki risiko yang besar untuk mencapai diabetes. Meski demikian, berbagai cara bisa dilakukan untuk menyembuhkan pradiabetes itu. Em Yunir mengatakan bahwa salah satu cara mudahnya ialah dengan menurunkan berat badan.

    Ia menjelaskan jika berat badan yang tidak ideal akan menyebabkan resistensi insulin. “Dengan menurunkan berat badan 5-10 persen saja bisa menurunkan risiko diabetes dengan drastis. Jadi kalau sudah positif pradiabetes, harus langsung perhatikan timbangan,” katanya.

    Mengontrol pola makan juga sangat disarankan. Em Yunir mengatakan bahwa dengan risiko diabetes yang lebih besar, para penyandang pradiabetes pun tidak boleh lagi sembarangan mengkonsumsi makanan. “Nasi putih diganti nasi merah. Kalau bisa minum jangan terlalu manis. Pola diet seperti ini harus mulai dilakukan supaya tidak diabetes dan sembuh,” katanya.

    Em Yunir tak lupa mengingatkan agar para penyandang pradiabetes mulai melakukan olahraga. Ia menjelaskan bahwa aktivitas fisik terbukti bisa meringankan risiko diabetes karena tubuh akan menggunakan glukosa dalam otot untuk diubah menjadi energi. “Saat glukosa dari otot kosong, otomatis otot akan menarik glukosa dari dalam darah. Kadar glukosa dalam darah akan turun dan risiko diabetes pun tidak ada lagi,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.