Djaduk Ferianto Alami Serangan Jantung, Mungkin Ini Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Djaduk Ferianto. Foto/Shinta Maharani

    Djaduk Ferianto. Foto/Shinta Maharani

    TEMPO.CO, Jakarta - Musisi Djaduk Ferianto meninggal karena serangan jantung pada Rabu, 13 November 2019 pukul 02.30. Djaduk tidak sempat menjalani perawatan di rumah sakit. “Sepertinya serangan jantung. Keluarga sempat memanggil ambulans. Tapi, batal karena beliau dinyatakan meninggal,” kata istri keponakan Djaduk, Amelberga Astri P.

    Djaduk meninggal di usia 55. Suami dari Bernadette Ratna Ika Sari atau Petra ini mempunyai lima anak. Jenazah Djaduk disemayamkan di Padepokan Bagong Kussudiardja dan misa akan berlangsung pukul 14.00. Djaduk dimakamkan di makam keluarga Sembungan, Kasihan, Bantul pukul 15.00.

    Serangan jantung bisa dialami siapa saja. Ada beberapa faktor orang terkena serangan jantung. Berbagai penyebab serangan jantung tersebut diibaratkan sebagai pemicu bom waktu yang sewaktu-waktu dapat meledak kapan saja dan di mana saja.

    Oleh karena itu, jangan biarkan kesehatan jantung Anda dipertaruhkan. Perhatikan penyebab-berbagai penyebab serangan jantung ini, lalu identifikasikan kepada diri Anda, apakah Anda sering melakukannya atau mungkin ada yang pernah terjadi pada Anda.

    Jika iya, mulailah untuk menyayangi jantung Anda dengan perlahan-lahan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan rendah kolesterol. Berikut adalah penyebab serangan jantung tak terduga seperti dilansir SehatQ:

    1. Kurang Tidur
    Tidak cukup tidur akan membuat Anda mudah lelah dan meningkatkan risiko serangan jantung. Studi menunjukkan orang yang tidur kurang dari 6 jam setiap malam memiliki dua kali lebih besar potensi serangan jantung ketimbang mereka yang tidur normal 8 jam.

    2. Sakit Kepala Sebelah (Migrain)
    Sakit kepala sebelah atau migrain rupanya terkait dengan masalah serangan jantung. Gejalanya termasuk halusinasi, mendengar suara aneh, atau merasa tidak nyaman sebelum sakit kepala migrain menyerang.

    3. Cuaca Dingin
    Salah satu penyebab serangan jantung yang tak terduga rupanya kerap terjadi di musim dingin. Udara yang menggigil akan menyempitkan pembuluh darah dan memaksa jantung bekerja lebih keras sehingga dapat memicu serangan jantung.

    4. Polusi Udara
    Serangan jantung lebih sering terjadi akibat tingkat polusi udara yang tinggi. Orang yang menghirup udara kotor atau polusi secara teratur cenderung berpotensi mengalami tersumbat arteri dan penyakit jantung.

    5. Makan dalam Porsi Besar
    Ketika Anda mengonsumsi makanan dalam jumlah besar dalam sekali makan, hal ini akan memicu hormon stres norepinefrin dalam tubuh. Hormon ini dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung sehingga sangat mungkin menjadi penyebab serangan jantung tak terduga.

    6. Emosi yang kuat, Negatif atau Positif
    Kemarahan, kesedihan, dan stres juga dianggap sebagai penyebab serangan jantung tak terduga. Tetapi, dalam beberapa kasus, peristiwa menyenangkan juga dapat menyebabkan serangan jantung. Hal ini dipicu oleh jenis emosi yang menyertai dalam kejutan pesta ulang tahun, pernikahan, atau kelahiran cucu.

    7. Pilek atau Flu
    Infeksi virus atau bakteri dapat memicu peradangan yang merusak jantung dan pembuluh darah. Dalam sebuah penelitian, orang yang terinfeksi pilek atau flu memiliki kemungkinan dua kali lebih besar mengalami serangan jantung tak terduga.

    8. Asma
    Peluang serangan jantung tak terduga meningkat sekitar 70% jika Anda menderita penyakit asma. Bahkan jika Anda menggunakan inhaler untuk mengendalikannya, risiko serangan jantung masih tetap tinggi. Karena asma, Anda juga mungkin cenderung mengabaikan sesak dada yang bisa menjadi tanda awal serangan jantung.

    9. Bencana Alam atau Buatan Manusia
    Penelitian menunjukkan bahwa tingkat kasus serangan jantung tak terduga naik setelah bencana besar, seperti gempa bumi atau serangan teroris. Bencana-bencana tersebut dapat membuat seseorang menjadi stres berat, yang membuat mereka lebih rentan terkena serangan jantung. Oleh karena itu, masalah stres atau kejiwaan yang terjadi setelah mengalami peristiwa traumatik sejenis perlu segera ditangani untuk menghindari serangan jantung.

    10. Menonton Tim Kesayangan dalam Pertandingan Olahraga
    Tak hanya berolahraga, menonton tim kesayangan dalam pertandingan olahraga juga bisa memicu serangan jantung tak terduga. Contohnya beberapa kasus serangan jantung terjadi di Jerman saat Piala Dunia 2006 dan Super Bowl 1980 di Los Angeles.

    11. Sering Mengonsumsi Alkohol
    Mengonsumsi minuman beralkohol secara rutin, apalagi dalam jumlah yang banyak, dapat meningkatkan tekanan darah, menciptakan kolesterol jahat, dan menyebabkan kenaikan berat badan. Semuanya berakibat buruk bagi jantung Anda.

    Mulai saat ini, lakukan tindakan pencegahan serangan jantung sejak dini dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan sehat, seperti olahraga, mengonsumsi makanan sehat, dan menghindari faktor risiko yang dapat memicu serangan jantung.

    SHINTA MAHARANI | SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.