Makan Karbohidrat Berlebihan Bikin Ngantuk, Ini Penjelasan Ahli

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita mengantuk atau menguap.  shutterstock.com

    Ilustrasi wanita mengantuk atau menguap. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Apakah Anda terbiasa merasa ngantuk setelah makan? Ternyata ada penjelasan ilmiahnya lho. Konsultan metabolik endokrin, Fatimah Eliana menjelaskan saat organ pencernaan aktif maka otak dan jantung akan kekurangan oksigen. "Habis makan, yang dimakan masuk pencernaan, yang aktif organ pencernaan. Organ pencernaan aktif, otak dan jantung sedikit kekurangan oksigen, makanya mengantuk," kata Fatimah di Jakarta, Rabu 13 November 2019.

    Kantuk yang melanda juga bisa karena asupan makanan mengandung karbohidrat berlebihan. Sebuah studi pada tahun 2018 menemukan, makanan berlemak tinggi bisa menyebabkan kantuk dan peningkatkan beberapa penanda inflamasi terutama di antara orang dewasa yang gemuk.

    Eliana mengatakan, usai makan sebaiknya jangan duduk diam, tetapi bergerak semisal jalan-jalan agar karbohidrat dan zat gizi makanan yang Anda makan bisa disalurkan ke otot dan bagian tubuh lainnya. "Habis makan bisa jalan-jalan dulu, supaya karbohidrat bisa disalurkan ke otot, otak tidak kurang oksigen," kata dia.

    Sebelumnya, dokter spesialis gizi dr Samuel Oetoro pernah menuturkan, kantuk usai makan biasanya terjadi setelah perut terasa kenyang. Kondisi yang disebut food coma ini rentang setelah konsumsi nasi putih.

    Menurut dia, setelah konsumsi nasi putih kadar gula darah melonjak dan turun secara drastis sehingga menyebabkan kantuk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.