Bom Medan, Cegah Orang Terdekat Bunuh Diri dengan 7 Cara Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi memeriksa barang bawaan pengunjung Polresta Bogor, Rabu 13 November 2019 setelah peristiwa bom Medan. TEMPO/M.A MURTADHO

    Polisi memeriksa barang bawaan pengunjung Polresta Bogor, Rabu 13 November 2019 setelah peristiwa bom Medan. TEMPO/M.A MURTADHO

    TEMPO.CO, Jakarta - Ledakan di Polres Medan yang berlangsung di pagi hari membuat heboh masyarakat. Berdasarkan informasi kepolisian ledakan dilakukan oleh dua orang menggunakan atribut ojek online. Serangan bom Medan ini diduga dilakukan bunuh diri dan akhirnya menewaskan pelaku.

    Selain pelaku yang tewas, ada pula 6 korban ledakan bom bunuh diri di lokasi. Keenam korban itu, sekarang sudah dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan. "Ada enam korban, empat orang personel polisi, satu pekerja harian lepas, dan satu orang warga sipil," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal saat dikonfirmasi, Rabu, 13 November 2019

    Jika Anda menemukan tanda dan gejala munculnya keinginan bunuh diri pada orang terdekat maupun kerabat, jangan sampai Anda mengabaikannya. Berikan pendampingan dan cari bantuan dari tenaga profesional. Sebab, dukungan Anda mungkin akan menyelamatkan nyawa mereka. Orang yang memiliki keinginan bunuh diri, mungkin memang tidak terang-terangan menyatakan butuh bantuan. Namun bukan berarti mereka tidak ingin dibantu. Sebab, bisa jadi mereka merasakan sakit yang teramat sangat, dan sulit untuk menyampaikannya.

    Jika Anda menjumpai adanya orang dekat maupun kerabat yang menunjukkan keinginan bunuh diri, segera lakukan langkah-langkah berikut ini.

    1. Ajak bicara dari hati ke hati
    Perkataan yang Anda ucapkan, asalkan berdasarkan rasa cinta dan perhatian, dapat membantu. Jadilah diri sendiri, dan tunjukkan bahwa Anda peduli dengan mengajaknya berbicara, berada di sampingnya ketika ia menangis, atau hal lain yang dirasa perlu.

    2. Menjadi pendengar yang baik
    Dengarkan cerita mereka dengan baik dan serius. Saat mereka sedang berbicara, jangan disela atau berusaha menumpahkan apa yang Anda rasakan dalam percakapan. Biarkan mereka tahu bahwa Anda peduli dan khawatir. Jangan hiraukan mitos yang mengatakan bahwa orang yang berbicara tentang masalah bunuh diri, hanya mencari perhatian, karena itu tidaklah benar.

    3. Berpikiran terbuka
    Saat mendampingi orang yang memiliki keinginan untuk bunuh diri, jadilah pribadi yang menunjukan rasa simpati dan tidak menghakimi. Anda juga perlu untuk bersabar, tenang, dan menerima orang tersebut apa adanya. Dengan begitu, orang yang Anda bantu diharapkan dapat melihat perilaku-perilaku positif tersebut dan mulai mengikutinya.

    4. Jangan ragu untuk bertanya
    Jangan ragu untuk menanyakan tentang keinginan bunuh diri, kepada orang yang Anda duga memiliki niat untuk mengakhiri hidupnya. Tidak ada salahnya untuk Anda menanyakan hal tersebut. Sebab, hal ini bisa menjadi langkah awal untuk menyelamatkan dirinya. Tanyakan dengan halus dan sopan. Langkah ini merupakan cara yang paling pasti untuk mengetahui keinginan seseorang untuk bunuh diri.

    5. Beri kesempatan berbicara
    Dengan memberikan kesempatan berbicara, beban emosional yang meraka rasakan, bisa berkurang. Selain itu, mereka jadi memiliki waktu untuk menenangkan diri. Semakin lama Anda memberikan kesempatan berbicara, mereka akan semakin menjauh dari rasa putus asa. Dengan begitu, mereka akan kehilangan momentum yang memicu timbulnya rasa ingin bunuh diri.

    6. Jangan mencoba menyelesaikan masalah tersebut
    Hindari menawarkan solusi cepat untuk menyelesaikan masalah mereka, atau menyepelekan yang mereka rasakan. Membiarkan mereka sendiri yang menakar seberapa besar masalah mereka dan seberapa menyakitkan hal tersebut, penting untuk Anda dilakukan. Penjelasan-penjelasan rasional dan logis tidak terlalu berarti bagi mereka, terutama dengan situasi psikologis seperti ini. Alih-alih, cobalah tunjukkan empati dan pengertian, tanpa menghakimi perasaan mereka.

    7. Berikan motivasi
    Berikan mereka motivasi untuk mendapatkan perawatan dari dokter psikiater atau berkonsultasi dengan tenaga medis di rumah sakit. Anda juga bisa mendampinginya. Bantu mereka untuk menjaga komunikasi dengan orang terdekat, seperti keluarga atau teman dekat. Rutinlah memeriksakan keadaan mereka dan pastikan mereka baik-baik saja. Jangan pernah setuju jika orang tersebut meminta Anda untuk merahasiakan rencana bunuh dirinya.

     SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.