Ngantuk Sesudah Makan, Ini Sebabnya Menurut Dokter

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ngantuk/tidur di kantor. Shutterstock.com

    Ilustrasi ngantuk/tidur di kantor. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kita mungkin kerap merasa ngantuk setelah makan. Ada penjelasan ilmiah untuk hal itu. Konsultan metabolik endokrin, Dr. dr. Fatimah Eliana, menjelaskan saat organ pencernaan aktif maka otak dan jantung akan kekurangan oksigen.

    "Habis makan, yang dimakan masuk pencernaan, yang aktif organ pencernaan. Organ pencernaan aktif, otak, dan jantung sedikit kekurangan oksigen, makanya mengantuk," kata Fatimah.

    Kantuk yang melanda juga bisa karena asupan makanan mengandung karbohidrat berlebihan. Sebuah studi pada 2018 menemukan makanan berlemak tinggi bisa menyebabkan kantuk dan peningkatkan beberapa penanda inflamasi, terutama pada orang dewasa yang gemuk.

    ilustrasi makan malam. (pixabay.com).jpg

    Fatimah mengatakan usai makan sebaiknya jangan duduk diam tetapi bergerak, seperti berjalan-jalan agar karbohidrat dan zat gizi makanan yang bisa disalurkan ke otot dan bagian tubuh lain.

    "Habis makan bisa jalan-jalan dulu, supaya karbohidrat bisa disalurkan ke otot, otak tidak kurang oksigen," katanya.

    Sebelumnya, spesialis gizi dr. Samuel Oetoro pernah menuturkan, kantuk usia makan biasanya terjadi setelah perut terasa kenyang. Kondisi yang disebut food coma ini rentan setelah makan nasi putih. Menurutnya, setelah mengkonsumsi nasi putih, kadar gula darah melonjak dan turun secara drastis sehingga menyebabkan kantuk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.