Berharga Selangit, Ini Manfaat Sarang Burung Walet buat Kesehatan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sarang Walet (Wikipedia)

    Sarang Walet (Wikipedia)

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia merupakan salah satu daerah penghasil sarang burung walet terbaik di dunia. Sarang walet atau Edible’s Bird Nest adalah sarang yang diciptakan dari air liur burung walet yang terpadatkan tanpa tambahan bahan lain.

    Edwin Pranata, pendiri Realfood, produsen makanan berbahan sarang walet, mengatakan, sarang walet memang sudah dikenal baik khasiatnya bagi kesehatan.

    “Untuk mendapatkan manfaat itu diperlukan proses yang tidak mudah. Sebagai perusahaan yang memang menjadikan sarang burung walet sebagai bahan utama, kami ingin masyarakat Indonesia dapat mengonsumsi berbagai manfaat sarang burung walet kualitas terbaik dengan mudah dan menjadikannya sebuah pengalaman pribadi yang menyenangkan,” jelasnya.

    Burung Walet (Wikipedia)

    Guna mendukung kampanye Realfood, Chelsea Olivia, suaminya Glenn Alinskie, dan putri mereka Nastusha Olivia Alinskie, ditunjuk sebagai brand ambassador Realfood. Mereka dianggap mampu merepresentasikan nilai-nilai peodusen tersebut untuk memperkenalkan gaya hidup sehat dengan cara modern, yaitu menikmati khasiat sarang walet dalam satu langkah.

    Sarang walet terkenal dengan beberapa manfaatnya, antara lain melancarkan metabolisme tubuh, menjaga kesehatan kulit, mempercepat proses regenerasi sel, menjaga sistem pencernaan, sebagai booster dalam sistem tubuh. Kandungan Asam Sialat dalam sarang walet teruji 11,6 kali lebih tinggi dibanding Asam Sialat dalam ASI kolostrum yang dapat mengoptimalkan perkembangan otak pada janin.

    Namun, untuk menikmati khasiat sarang walet pun tak mudah. Dibutuhkan proses hampir 6 jam untuk mengolah sarang dari mulai pembersihan, pencucian, hingga perebusan. Tak ayal, sarang walet termasuk ke dalam komoditas produk hewani yang dijual dengan harga tinggi hingga mencapai USD2.000-3.000 atau sekitar Rp 28-42 juta per kilogram.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.