Tips Atasi Efek Kemoterapi dari Penyintas Kanker Limfoma Hodgkin

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi kemoterapi (pixabay.com)

    ilustrasi kemoterapi (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Seseorang dengan penyakit kanker umumnya akan menjalani kemoterapi. Tujuannya agar sel kanker bisa dibunuh. Sayangnya, menjalani kemoterapi tidaklah mudah sebab, berbagai efek samping mulai dari lemas, mual, pusing, muntah hingga kebotakan bisa dialami.

    Tak heran, banyak pasien penyakit kanker pun takut untuk menjalani kemoterapi dan efek samping yang mungkin didapati. Meski demikian, Anda tidak perlu khawatir karena ada beberapa tips yang bisa diterapkan dan disampaikan langsung oleh mantan pasien kanker limfoma hodgkin stadium 4 dan kini telah dinyatakan remisi total, Intan Khasanah.

    Menurut wanita berusia 23 tahun itu, persiapan berupa konsumsi makanan yang tinggi protein sangat disarankan. Ia juga meminta agar setiap pasien kanker yang akan menjalani kemoterapi makan banyak sayur dan buah-buahan.

    “Berdasarkan pengalaman saya, makanan ini membuat kondisi tubuh saya jadi lebih baik sebelum dan sesudah kemoterapi,” ungkapnya.

    Ia juga menyarankan agar seseorang memiliki mental dan suasana hati yang bahagia sebelum menjalani kemoterapi. Intan mengatakan hal tersebut sangat berpengaruh untuk mempercepat efek dari kemoterapi itu sendiri.

    “Saya pernah mood-nya jelek sekali. Efek sampingnya bisa terus dirasakan sampai satu minggu. Tapi kalau sedang bahagia, efek samping hanya dirasa 1-2 hari saja,” katanya.

    Terakhir, memikirkan sesuatu yang positif seperti ‘saya pasti sembuh’ juga wajib diterapkan. Intan mengatakan bahwa setiap penyakit yang diberikan bukan menjadi alasan untuk lemah dan terus dalam keterpurukan.

    “Tapi, ini harus menjadi pemicu agar kita tetap semangat untuk sembuh. Kalau kita tidak semangat dan pikirannya negatif, efek samping semakin parah dan tidak sembuh-sembuh. Tanamkan semua hal yang positif saja,” jelasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.