Dokter Ingatkan Bahaya Racun pada Rokok Elektrik

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pria menghisap rokok elektrik. cloudfront.net

    Pria menghisap rokok elektrik. cloudfront.net

    TEMPO.CO, Jakarta - Rokok elektrik mengandung karsinogen, zat racun, dan bahan yang menimbulkan kecanduan. Begitu menurut Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Agus Dwi Susanto Sp.P(K).

    Walaupun bahaya rokok elektrik disebut lebih rendah dari rokok biasa, ia mengatakan rokok elektrik mengandung bahan-bahan yang dapat membahayakan kesehatan.

    "Intinya itu rokok elektrik tetap berbahaya karena mengandung bahan-bahan yang bersifat adiksi, bahan bersifat karsinogen, dan bahan-bahan toksik lainnya yang suatu saat dapat menimbulkan masalah kesehatan," katanya.

    Menurut Agus, istilah rokok elektrik lebih aman mungkin hanya akal-akalan industri rokok tersebut untuk menyamarkan zat-zat yang terkandung di dalamnya. Istilah tersebut menurutnya cenderung menyesatkan.

    Agus menyampaikan bahwa organisasi-organisasi profesi kedokteran sepakat menyatakan bahwa rokok elektrik tetap berbahaya supaya masyarakat tidak salah paham. Rokok elektrik memang tidak mengandung tar sebagaimana rokok biasa. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa rokok elektrik mengandung zat racun dan zat yang bisa menyebabkan kanker.

    PDPI menyatakan bahwa rokok elektrik mengandung nikotin, karsinogen seperti propilen glikol, gliserol, dan formaldehid nitrosamin, bahan toksik seperti logam dan silikat, serta nanopartikel. Kementerian Kesehatan sedang merumuskan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan dan akan memasukkan aturan mengenai pelarangan rokok elektrik ke dalamnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.