Sebab Orang Susah Mendapatkan Pekerjaan Idaman

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seseorang saat membuka portal resmi milik Kementerian Tenaga Kerja RI.

    Seseorang saat membuka portal resmi milik Kementerian Tenaga Kerja RI.

    TEMPO.CO, Jakarta - Perjalanan mendapatkan pekerjaan impian tidak selalu mulus. Hampir 60 persen profesional muda mengaku tidak bekerja sesuai dengan pekerjaan impian masa kecil mereka. Akses pendidikan serta kemampuan disebut sebagai penyebab utama.

    Sementara itu, lebih dari 55 persen menekankan bahwa mereka tidak memiliki kesempatan untuk mengejar mimpi masa kecil karena latar belakang pendidikan dan kemampuan. Bukanlah hal yang mengejutkan jika ternyata pendidikan dan kemampuan memegang andil yang paling besar alasan profesional muda memilih pekerjaan saat ini.

    Survei juga menemukan bahwa faktor lain, seperti pendapatan dan keuntungan yang baik, minat, dan pemaknaan sebuah pekerjaan, juga menjadi alasan mengapa mereka dapat bekerja di posisi saat ini. Di kalangan pelajar, akses finansial (51 persen) dan akses ke jaringan yang tepat (28 persen) menjadi halangan terbesar untuk meraih pekerjaan impian.

    Hanya sebagian kecil (8 persen) mengatakan bahwa akses pendidikan merupakan tantangan besar. Hal ini menandakan lebih terbukanya akses ke pendidikan sehingga mempermudah mendapatkan ilmu untuk mengejar pekerjaan impian.

    "Kesempatan belajar terbuka luas di zaman yang serba terhubung ini. Para pelajar maupun profesional memiliki kesempatan yang lebih besar jika mampu kreatif dalam belajar dan memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia. Evolusi pekerjaan impian dari masa ke masa menandakan perubahan ketertarikan dan keinginan terhadap kemampuan dan keterampilan baru, " ujar Linda Lee, Head of Communications, Southeast Asia and North Asia, LinkedIn.

    "Seperti contoh, kemampuan bidang IT dan finansial yang semakin dibutuhkan saat ini. Para pelajar dan profesional dapat mengasah kemampuan dan ilmu mereka dengan terhubung pada jaringan profesional dan berbagai informasi yang tersedia di dalamnya,” lanjutnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.