Utamakan Keselamatan Berkendara, 10 Tokoh Ini Dapat Apresiasi

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu penerima penghargaan Traffic Hero/Jasa Raharja

    Salah satu penerima penghargaan Traffic Hero/Jasa Raharja

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Raharja melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) melaksanakan Traffic Hero. Traffic Hero adalah cara PT Jasa Raharja untuk mengapresiasi kelompok masyarakat atau perorangan yang memiliki kepedulian terhadap keselamatan berkendara di jalan raya. Salah satunya adalah melakukan kegiatan penunjang keselamatan di jalan, menemukan alat atau melakukan kampanye yang dapat meningkatkan kesadaran mengenai keselamatan berkendara di jalan raya.

    PT Jasa Raharja juga turut membantu para kandidat untuk mengembangkan dan melanjutkan apa yang telah mereka buat dan lakukan selama ini. Harapannya para Traffic Hero akan memberikan manfaat dan menginspirasi banyak orang, agar ikut peduli terhadap keselamatan berkendara di jalan raya.

    “Kami sangat berterimakasih kepada para Traffic Hero. Hal yang mereka lakukan sangat bermanfaat untuk semua orang. Jasa Raharja sangat mengapresiasi dan akan memberikan bantuan sehingga mereka bisa mengembangkan apa yang mereka buat dan lakukan selama ini," kata Direktur Keuangan PT Jasa Raharja Myland dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 15 November 2019.

    Traffic Hero diharapkan dapat menjadi role model yang menginspirasi banyak orang agar turut peduli tentang keselamatan berkendara di jalan raya.

    Ada 10 penerima apresiasi dan bantuan PT Jasa Raharja melalui Traffic Hero. 10 Traffic Hero ini terdiri dari komunitas dan perorangan yang memiliki nilai dampak, integrasi, komunikasi, apresiasi, unjuk kinerja. Mereka memiliki dampak yang bermanfaat bukan hanya bagi masyarakat namun juga untuk Indonesia.

    10 Traffic Hero ini terdiri dari enam perorangan dan empat komunitas. Berikut adalah penerima perorangan. Pertama seorang siswa bernama Rapi Anwar Basari yang membuat alat disiplin berkendara. Alat ini merupakan sensor yang dapat mendeteksi apakah pengemudi menggunakan helm dan memiliki SIM, jika tidak maka mesin motor tidak akan menyala.

    Kedua, ada Egi Pratama, Rais Naufal dan Ghiffari Ahmad yang membuat Rivest. Rivest merupakan sistem pemantauan kecelakaan. Yang dapat membantu melaporkan kecelakaan secara realtime ke kantor kepolisian dan dinas perhubungan. Ketiga, Gilang Maulana yang membuat aplikasi Mbot. Aplikasi ini merupakan alat yang berfungsi untuk mendeteksi marka jalan.

    Keempat, M. Firman Nuruddin, Riamizar Surya B. dan M. Ronny Ardianto yang menciptakan Avion (Audio To Vibration). Avion adalah alat bantu bagi penyandang tunarungu untuk mengubah bunyi klakson kendaraan menjadi getaran. Kelima, Manik yang menemukan helm anti kantuk. Keenam, ada siswa SMK Texar Karawang bernama Adhi Prasetyo dan M. Ricky Firdaus yang didampingi oleh Nurhayat Arif membuat alat pengurai kemacetan.

    Lalu ada empat komunitas yang mewakili kelompok di Traffic Hero yaitu SUPELTAS (Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas) di Surakarta, Komunitas Edan Sepur Indonesia yang sering mengadakan kegiatan #DisiplinPerlintasan di akhir pekan, Komunitas Team Saber (Sapu Bersih) yang merupakan komunitas relawan penyapu ranjau paku di wilayah Jakarta dan yang terakhir ada Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) yang bersama dengan POLRI mengadakan Milenial Road Safety Festival untuk memberikan penyuluhan kepada milenial agar sadar mengenai aturan berkendara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.