Mendengar Curhat Orang dengan Masalah Bantu Cegah Bunuh Diri

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bunuh diri. Shutterstock

    Ilustrasi bunuh diri. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Jangan acuhkan orang yang ingin mencurahkan isi hati atau curhat, terutama bila ia memiliki masalah berat. Psikolog Lily Puspa Palupi mengatakan bahwa mendengarkan curhat bisa membantu mencegah orang yang punya keinginan untuk bunuh diri melaksanakan niatnya.

    "Kalau ada orang terdekat yang punya keinginan bunuh diri, itu harus hati-hati dalam bersikap dan merespons orang itu, dengarkan curhatannya dengan seksama, tunjukkan sikap kalau kita peduli dengan ceritanya," kata Lily, staf Subbagian Psikologi Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Sanglah Denpasar.

    Ia menekankan pentingnya memberikan perhatian penuh kepada teman atau kerabat yang menceritakan masalah karena bisa jadi mereka memang benar-benar membutuhkan dukungan.

    "Tetap rutin memeriksa kondisinya dengan cara bertanya tentang kabarnya lalu mengajaknya untuk konsultasi dengan tenaga profesional kesehatan mental, seperti psikiater dan psikolog supaya bisa membantu menemukan solusi dan memperbaiki kondisi psikisnya, sehingga tindakan bunuh diri dapat dihindari," katanya.

    Ketika mengetahui ada teman atau kerabat yang mengungkapkan keinginan atau menunjukkan indikasi mencoba bunuh diri, sebaiknya benda-benda yang bisa digunakan untuk melakukan aksi itu dijauhkan dari mereka. Lily mengemukakan pentingnya memberikan perhatian kepada orang yang menunjukkan perubahan perilaku, menarik diri dari pergaulan, mengeluhkan masalah-masalah berat, serta curhat dan menyatakan perpisahan kepada orang-orang terdekat.

    Menurutnya, orang dengan indikasi bunuh diri biasanya menunjukkan perubahan perilaku, emosi, dan cara berpikir. Perubahan itu kadang tidak disadari atau diabaikan oleh orang-orang sekitarnya.

    Ia mengemukakan pentingnya memahami diri sendiri agar mampu memiliki mekanisme menghadapi masalah dan mengoptimalkan dukungan sosial di sekitarnya guna mencegah akibat buruk masalah kejiwaan.

    "Bagi diri sendiri, tentunya perlu mengenali dan memahami diri sendiri, apakah kita pribadi yang terbuka atau tertutup dalam berbagi masalah yang kita hadapi, apakah memiliki kemampuan dan daya tahan yang baik dalam menghadapi situasi yang sulit dalam hidup, apakah kita memiliki lingkungan yang bisa mendukung dan membantu kita di saat sulit dan apakah keinginan yang kita miliki cukup realistis untuk dicapai sesuai kemampuan," katanya.

    "Jika tidak menemukan kepercayaan saat bercerita kepada orang lain, jangan ragu hubungi dan berkonsultasi dengan tenaga profesional kesehatan mental seperti psikiater dan psikolog untuk membantu menemukan solusi masalah atau memberikan terapi yang sesuai dengan kondisi psikis yang bisa menjadi pemicu munculnya tindakan bunuh diri," tambahnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.