Bukan Hanya Tradisi, Simak 5 Manfaat Sunat bagi Kesehatan Anak

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita pengungsi asal Irak menggendong anaknya saat antrian untuk mengikuti sunatan masal di kamp pengungsian di Dohuk, Irak, 8 Agustus 2017. REUTERS/Ari Jalal

    Seorang wanita pengungsi asal Irak menggendong anaknya saat antrian untuk mengikuti sunatan masal di kamp pengungsian di Dohuk, Irak, 8 Agustus 2017. REUTERS/Ari Jalal

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika Anda melahirkan anak laki-laki, salah satu hal yang harus Anda pikirkan demi kesehatannya adalah sunat. Terlepas dari fakta bahwa tindakan medis ini merupakan bagian dari agama atau tradisi daerah tertentu, manfaat sunat pada kesehatan pada anak sendiri memang sudah terbukti secara ilmiah.

    Bayi laki-laki lahir dengan penis yang pada ujungnya terdapat kulit yang dinamakan kulup. Dalam sunat, kulup inilah yang dibuang sehingga bagian kepala penis terbuka.

    Orangtua biasanya melakukan sunat pada anak laki-laki karena alasam tradisi atau relijius. Tetapi, tidak jarang juga sunat dilakukan karena alasan medis, misalnya karena penis anak terkena fimosis (kulup lengket) dan infeksi berulang pada kulip maupun kepala penis (balanitis).

    Apapun alasan orangtua melakukan sunat pada anak, banyak manfaat sunat pada anak laki-laki yang akan ia rasakan. Berikut beberapa di antaranya.

    1. Penis lebih mudah dibersihkan.

    2. Memperkecil peluang anak terkena infeksi saluran kemih, terutama di satu tahun pertama usianya. Infeksi saluran kemih yang parah dapat mengakibatkan kerusakan ginjal di kemudian hari.

    3. Mencegah terjadinya masalah-masalah penis lainnya, misalnya fimosis maupun peradangan pada kepala penis.

    4. Menurunkan risiko terkena penyakit seksual menular seperti HIV. Namun, manfaat sunat pada anak ini harus disertai dengan pola hubungan seks yang aman dan tidak menyimpang.

    5. Menurunkan risiko terkena kanker. Kanker penis adalah penyakit langka, tapi data membuktikan bahwa penyakit ini jarang menyerang pria yang sudah disunat. Data lain menyebut bahwa wanita lebih jarang mengidap kanker serviks ketika memiliki pasangan pria yang sudah disunat.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.