Selain Diare, Kamar Mandi Kotor Bisa Akibatkan Keracunan Makanan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kamar mandi (Pixabay.com)

    Ilustrasi kamar mandi (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjaga kesehatan kamar mandi seringkali disepelekan oleh banyak orang. Padahal, berbagai dampak kesehatan bisa bermula dari toilet yang digunakan. “Toilet pasti dipakai setiap hari. Kalau tidak dijaga dengan baik, bakteri dan virus bisa menempel dan menyebabkan banyak masalah kesehatan untuk Anda serta keluarga,” kata dokter mikrobiologi klinis, Wani Gunardi dalam acara Vixal Ingatkan Pentingnya Toilet dan Kamar Mandi Bersih dan Sehat di Jakarta pada Senin, 18 November 2019.

    Beberapa masalah kesehatan yang dimaksudkan Wani itu termasuk penyakit saluran pencernaan seperti diare. Ia menjelaskan bahwa pada kamar mandi yang kotor dan jarang dibersihkan, infeksi bakteri seperti escherichia coli bisa dengan mudah menyebar.

    Akibatnya, orang yang menggunakan toilet kotor tersebut akan rentan mengalami keracunan makanan. “Sanitasi yang buruk ditambah dengan daya tahan tubuh yang tidak baik itu sangat disenangi penyakit. Khususnya pada anak-anak, penggunaan toilet yang kurang bersih bisa membuat mereka mengalami diare,” ungkapnya.

    Masalah pada saluran pernafasan juga bisa dialami. Wani mengatakan jika infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) hingga pneumonia dapat dirasakan oleh mereka yang menggunakan kamar mandi kotor. Sebab disana berkembang berbagai bakteri dan virus seperti streptococcus pneunomia dan klebsiella pneumonia. “Bakteri dan virus ini dapat menyebar melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Jadi walaupun kita yang bersih tapi tempatnya kotor juga tetap berisiko untuk mengidap penyakit,” katanya.

    Terakhir, penyakit kulit seperti gatal-gatal juga rentan diderita mereka yang sering menggunakan toilet tidak bersih. Sebab, bakteri staphylococcus aureus bisa menyebar di kamar mandi yang kurang higienis. “Untuk itu, penting menjaga kebersihan diri dan juga lingkungan sekitar sehingga bakteri dan virus bisa dicegah,” atanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.