Jumlah Gigi Berlubang Usia 3-5 Tahun Tinggi, Pentingnya Peran Ibu

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi merawat gigi (pixabay.com)

    Ilustrasi merawat gigi (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penanggung jawab program Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia Lia Kartika Wulansari menyatakan ibu memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. "Para ibu perlu diberikan informasi dasar tentang periode dan fase pertumbuhan gigi susu dan gigi tetap, serta macam-macam penyakit gigi dan mulut, terutama karies atau gigi berlubang," kata Lia di Kampus UI, Senin 18 November 2019.

    Ia mengatakan karies jika tidak dirawat dapat menyebabkan kehilangan gigi. Oleh karena itu, edukasi mengenai pentingnya merawat kesehatan gigi dan mulut serta pentingnya penggantian gigi yang hilang dengan gigi tiruan perlu ditekankan kepada para ibu sebagai penggerak keluarga.

    Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan gigi dan mulut masyarakat, 5 dosen dan 6 mahasiswa Departemen Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) bertajuk Pentingnya Kesehatan Gigi Anak dan Penggantian Gigi Hilang. Kegiatan ini diselenggarakan dalam bentuk penyuluhan dan konsultasi yang dihadiri oleh 113 ibu-ibu dengan bayi atau balita dan 15 kader posyandu pada bulan Agustus 2019 di Posyandu Melati 8, Cilangkap, Depok.

    Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes tahun 2013, prevalensi karies gigi pada penduduk Indonesia mencapai 53,2 persen. Hal ini meningkat dibandingkan dengan hasil Riskesdas pada tahun 2007 yang berada pada angka 43,4 persen.

    Di Indonesia, 90,05 persen kasus karies gigi lebih umum dialami oleh anak-anak. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan jika Indonesia peringkat tertinggi yang jumlah anak usia 3-5 tahun memiliki gigi berlubang. Kegiatan Pengmas ini mendapat antusiasme yang baik dari peserta. Hal ini terlihat dari cukup banyaknya jumlah peserta yang hadir dan keaktifan peserta dalam sesi tanya jawab sebagai umpan balik pemahaman.

    Selain kepada para ibu, penyuluhan juga diberikan kepada para kader posyandu dengan tujuan agar para kader ini juga dapat secara berkesinambungan memberikan pengetahuan dasarnya mengenai kesehatan gigi dan mulut kepada para ibu dalam setiap kegiatan rutin posyandu. Dengan penyelenggaraan kegiatan Pengmas ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya kesehatan gigi dan rongga mulut kepada para ibu dan kader posyandu. Pada akhirnya, diharapkan dapat mengurangi angka karies dan kehilangan gigi di masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.