Berantem degan Bos di Kantor? Coba Selesaikan dengan Cara Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 24_karier_ilustrasikerja

    24_karier_ilustrasikerja

    TEMPO.CO, Jakarta - Terkadang, ucapan yang salah, perbedaan pendapat hingga tingkat stres yang tinggi dapat menyebabkan konflik di kantor. Konflik seperti ini bahkan bisa dialami antara bos dan karyawan.

    Jika hal itu terjadi, bisa saja pekerjaan terbengkalai dan hubungan antar satu sama lain tidak akan baik. Agar masalah cepat selesai, situs Business Management Daily dan Entrepreneur.com membagikan beberapa tips menyelesaikan konflik antara bos dan karyawan.

    1. Introspeksi diri
      Jika masalah yang terjadi disebabkan oleh hal personal, melakukan introspeksi diri adalah hal utama yang wajib dilakukan. Ini berguna untuk menyadarkan apakah Anda berada di posisi yang benar atau salah. Saat Anda merasa salah, tentu jalan keluar akan didapat. Entah Anda sebagai bos atau karyawan bisa mulai meminta maaf sambil menghilangkan ego yang ada.

    2. Menunjukkan rasa empati
      Jika Anda adalah oleh yang dianggap lebih superior, cobalah mulai berempati dengan sekeliling. Mungkin Anda berada di posisi benar, namun tidak ada salahnya untuk mengambil kendali dan menyelesaikan masalah dengan didasari rasa kemanusiaan dan peduli terhadap sesama. Lagipula menurut Society for Human Resource Management, empati adalah kunci untuk membangun hubungan saling percaya di dunia kerja.

    3. Berdiskusi dan mendengarkan
      Kesalahan individual bisa diselesaikan dengan cara berdiskusi dan mendengarkan. Dalam hal ini, bos dan karyawan harus duduk bersama. Fokuskan pula pikiran Anda saat sama-sama memberi penjelasan. Dengan demikian, Anda akan tahu di bagian sebelah mana Anda dan dirinya melakukan kesalahan. Kemudian, coba perbaiki untuk kedepannya agar masalah serupa tidak terulang kembali.

    4. Mengikutsertakan tim Sumber Daya Manusia kantor
      Sebagian masalah mungkin bisa diselesaikan dengan kemampuan individual. Namun jika ada konflik yang timbul dan harus merujuk kepada buku pegangan karyawan atau kode etik, maka mengikutsertakan pihak SDM kantor pun disarankan. “SDM dapat membantu memaksimalkan penyelesaian masalah karena menyangkut kinerja perusahaan,” ungkap dosen Magister Sains di Northeastern University dalam program Komunikasi Korporat dan Organisasi, Adrienne Isakovic.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | BUSINESSMANAGEMENTDAILY | ENTREPRENEUR.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.