Herjunot Ali Keseleo saat Syuting, Ini Bahaya Lari Pakai Sandal

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Herjunot Ali. TEMPO/Charisma Adristy

    Herjunot Ali. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Herjunot Ali baru menyelesaikan produksi film terbarunya yang berjudul "Jeritan Malam". Bercerita tentang pengalaman selama syuting, ia pun mengaku telah mengalami beberapa hal yang tidak menyenangkan. Salah satunya saat melakukan adegan lari dengan menggunakan sandal. Akibatnya, pria berusia 34 tahun ini pun cedera.

    “Ada empat sekuen untuk adegan lari karena ketakutan. Beberapa kali jadi keseleo karena lari pakai sandal,” katanya saat ditemui di kantor Tempo pada Selasa, 19 November 2019.

    Memang, sandal bukanlah alas kaki yang tepat untuk digunakan berlari. Selain cedera, berbagai masalah juga bisa dialami saat berlari dengan sandal. Melansir dari situs Sports Send, salah satunya adalah luka dalam karena sandal yang tidak memiliki lapisan untuk melindungi seluruh kaki sehingga saat melintasi medan asing, batu tajam, besi tua, atau pecahan gelas bisa melukai kaki.

    Ilustrasi lari (pixabay.com)

    Selain itu, masalah kaki berupa plantar fasciitis juga bisa dialami. Plantar fasciitis adalah peradangan pada jaringan penyambung yang melintang dari tumit hingga jari kaki. Jaringan tersebut lebih dikenal dengan istilah plantar fascia.

    Jika seseorang terus berlari dengan sandal, plantar fascia pun jadi merenggang, bahkan sobek. Akibatnya, nyeri tak tertahankan akan terus dirasakan.

    Melansir dari situs Runner Click, kondisi kaki yang melepuh mungkin diderita oleh orang berlari dengan sandal. Alasannya ialah karena kaki terbiasa tertutup dan dilindungi sepatu. Ini menyebabkan bagian bawah kaki sangat lembut dan tampak halus. Setelah seseorang berlari dengan sandal, kaki pun mengalami perubahan sehingga reaksi melepuh hingga kapalan pun bisa dialami.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.