40 Siswa SMP di Depok Sakit, Kenali Mitos dan Fakta Hepatitis A

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Arif Wibowo

    TEMPO/Arif Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyakit hepatitis A sedang mewabah di Depok. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin, sebanyak kurang lebih 40 siswa SMPN 20 Kota Depok dirawat karena penyakit ini.

    Dengan adanya kasus hepatitis A, banyak orang mungkin mulai mencari informasi terkait hal ini. Namun, Anda harus bijak dalam mencari informasi dan mitos yang beredar seputar hepatitis A. Agar tidak salah langkah, situs Indian Express dan Mayo Clinic pun membagikan beberapa mitos dan fakta tentang hepatitis A.

    Mitos pertama: Jika seseorang terkena hepatitis A, maka dia kebal terhadap jenis hepatitis lain.
    Pasien hepatitis A memang memiliki kekebalan akan hepatitis, namun hanya golongan A saja. Itu berarti, risiko terinfeksi jenis hepatitis lain seperti B, C, dan E masih sangat besar. Menjaga kesehatan agar hal tersebut tidak terjadi wajib dilakukan.

    Mitos kedua: Seseorang harus makan makanan hambar selama mengalami hepatitis A.
    Seluruh nutrisi sangat dibutuhkan bagi pasien hepatitis A. Namun, ada beberapa makanan yang tidak disarankan. Contohnya larutan glukosa, jus tebu, labu pahit, lobak. Itu berarti, Anda tidak diwajibkan mengonsumsi makanan hambar saja namun juga berbagai jenis makanan, kecuali yang tidak diimbau.

    Mitos ketiga: Virus hepatitis A dapat menyebar dalam keluarga.
    Hepatitis A memang bisa ditularkan. Namun, tidak pasti akan selalu dialami oleh anggota keluarga. Yang perlu diketahui, hepatitis A menyebar lewat kontak fisik seperti seks oral. Ini juga bisa disebarkan melalui objek yang telah terkontaminasi virus, misalnya karena makanan yang sama. Jadi, jika keluarga tetap menjaga kebersihan dan menghindari kontak dengan pasien hepatitis A, penyakit ini pun tidak akan dialami.

    Mitos keempat: Tidak ada vaksin yang bisa menangkal virus hepatitis A.
    Anggapan masyarakat ini mungkin hanya mengacu pada vaksin seluruh jenis hepatitis. Memang, hingga kini tidak ada vaksin yang disediakan untuk hepatitis jenis C dan E. Namun, vaksin untuk hepatitis A dan B sudah lama ada. Jadi, jika ingin melakukan vaksinasi untuk penyakit ini, bisa dilakukan kapan saja karena selalu tersedia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.