Setia dengan Pasangan Bisa Cegah Risiko HIV/AIDS? Ini Kata Pakar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pemeriksaan HIV. ANTARA/Zabur Karuru

    Ilustrasi pemeriksaan HIV. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang mengatakan bahwa penyakit HIV/AIDS rentan dialami pria dan wanita yang gemar berganti pasangan. Tak heran, mereka pun takut untuk berselingkuh dan hanya melakukan hubungan seks dengan satu orang saja. Benarkah demikian?

    Spesialis kulit dan kelamin Hanny Nilasari menjelaskan memang pria dan wanita yang berganti pasangan memiliki risiko yang lebih besar terhadap HIV/AIDS. Namun, risiko yang sama juga bisa dialami mereka yang setia dengan satu orang saja.

    “Orang yang hanya berhubungan dengan pasangannya juga bisa mengalami HIV/AIDS,” ungkapnya dalam acara "Media dan Community Gathering oleh Durex RB Indonesia" di Jakarta pada Kamis, 21 November 2019.

    Alasannya begitu sederhana. Hanny mengatakan bahwa ini disebabkan oleh virus HIV yang bisa ditularkan tak hanya dari kontak seksual saja. Misalnya, seseorang yang berganti barang pribadi seperti sisir atau jarum suntik dengan pasien HIV/AIDS memiliki risiko yang besar untuk menderita penyakit serupa.

    “Kalau pasangan setia tapi dia ada kontak cairan dengan orang lain melalui barang pribadi, dia juga bisa mengalami HIV/AIDS dan nantinya ditularkan ke pasangan,” katanya.

    Tak heran, Hanny pun berpesan agar setiap pasangan selalu menjaga barang pribadi. Ia juga berharap agar setiap pasangan yang akan menikah melakukan tes HIV dan penyakit menular seksual lain.

    “Kalau Anda dan pasangan menjaga barang pribadi dan setia, pasti aman dari HIV/AIDS,” jelasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.