Kiat Menciptakan Keseimbangan dalam Hubungan Cinta

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan. Unsplash/

    Ilustrasi pasangan. Unsplash/

    TEMPO.CO, Jakarta - Hubungan cinta yang seimbang sangat penting untuk kesejahteraan emosional dan mental. Ketika berbicara tentang hubungan, awalnya itu semua soal hati dan perasaan. Kita begitu dibutakan oleh cinta sehingga berkomitmen dan mendedikasikan diri untuk membangun ruang yang indah.

    Tak banyak yang menyadari, seiring dengan waktu, perubahan dalam sebuah hubungan itu akan terjadi. Kebosanan, pertengkaran, akan terjadi selama hubungan terjadi. Sekeras apa pun tampaknya, membangun dan mempertahankan hubungan yang seimbang bukanlah tugas yang sulit. Yang dibutuhkan adalah kesabaran.

    Berkomitmen tapi jangan berkompromi adalah sikap positif untuk berkomitmen dan mendedikasikan waktu dan diri sendiri untuk suatu hubungan. Itu membuat ikatan dengan pasangan lebih kuat dan lebih dapat dipercaya. Tetapi, terkadang terlalu banyak komitmen dapat menghilangkan waktu untuk sendiri.

    Anda mungkin ingin bertemu teman atau melakukan perjalanan solo, tetapi hanya karena memilih untuk berkomitmen, Anda mungkin harus berkompromi. Ini mungkin tampak sehat pada awalnya, tetapi seiring waktu itu pasti akan menjadi beban dan ketegangan kesehatan mental. Berikut tips menciptakan keseimbangan dalam hubungan seperti dilansir dari timesofindia.com.

    Berkomunikasi bukannya mengeluh
    Faktor terpenting dalam suatu hubungan adalah komunikasi. Ini adalah proses dua arah, yaitu berbicara dan mendengarkan. Jadi, sangat penting untuk tidak hanya membicarakannya tetapi juga mendengarkan dengan tulus. Jika ada sesuatu yang mengganggu, alih-alih mengeluh setiap hari dan membuat alasan untuk mengomeli pasangan, jadikan itu sebagai titik untuk menyampaikan pesan melalui komunikasi. Ini bisa produktif dan itu pasti akan memberi solusi yang sehat.

    Jangan mengendalikan pasangan
    Kontrol dalam suatu hubungan dapat memiliki aspek positif dan negatif. Mencoba untuk mengendalikan pasangan atau hubungan dapat mengakibatkan ketegangan yang tertekan, yang dapat menimbulkan ledakan yang merusak. Anda dapat mengendalikan situasi dan menentukan peran kapan pun atau di mana pun dibutuhkan. Tetapi jika membatasi kebebasan dan individualitas pasangan, itu mungkin menjadi masalah.

    Konsultasikan atau minta bantuan tetapi tetap mandiri
    Pasangan adalah seseorang yang selalu dapat diandalkan. Membagikan masalah, berkonsultasi, atau bahkan meminta bantuan di saat-saat sulit selalu merupakan langkah yang baik menuju ikatan yang lebih baik dengan pasangan. Namun, Anda harus menahan atau memeriksa diri sendiri ketika konsultasi santai menjadi penyakit ketergantungan yang tidak dapat disembuhkan. Jika menjadi terlalu bergantung pada seseorang, Anda tidak hanya membatasi diri untuk tumbuh tetapi juga membatasi pasangan untuk berkonsentrasi pada hal-hal lain.

    Pertahankan dan hormati individualitas masing-masing
    Individualitas adalah sesuatu yang bersifat pribadi dan istimewa. Ketika sampai pada suatu hubungan, jarang ada pepatah yang mengatakan "dua tubuh, satu jiwa". Tapi, seberapa benar itu? Setelah mulai saling menyerbu ruang pribadi masing-masing, Anda melangkah lebih jauh pada individualitas masing-masing. Sangat penting untuk menjaga dan menghormati keunikan Anda dan pasangan. Hanya dengan begitu Anda akan puas dengan hubungan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.