Tren Pamer Saldo ATM, Dampaknya Bagi Diri Sendiri dan Lingkungan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi uang

    ilustrasi uang

    TEMPO.CO, Jakarta - Akhir-akhir ini, sedang viral beberapa konten video artis di Youtube yang menunjukkan saldo ATM mereka. Sebut saja akun Billy Syahputra yang memamerkan saldo ATM Nikita Mirzani dan akun Uya Kuya yang memperlihatkan saldo Barbie Kumalasari.

    Kedua video tersebut memang ditonton oleh jutaan orang karena rasa penasaran dari masyarakat. Namun ternyata, ada dampak yang bisa didapatkan bagi diri sendiri dan orang lain akibat menunjukkan jumlah saldo ATM tersebut. Psikolog Merry Allnita mengatakan bahwa dampak bagi diri sendiri dapat berupa cap dan hujatan dari masyarakat.

    Contohnya, mereka bisa dinilai sombong, dianggap seperti orang kaya baru hingga dipertanyakan sumber dari hasil keuangannya. “Itu dari masyarakat. Kalau dari pemerintah, mereka bisa diaudit karena pajak harus sesuai dengan uang yang didapatkan,” katanya saat dihubungi Tempo.co pada Senin, 25 November 2019.

    Bagi orang lain, motivasi yang salah akan kekayaan bisa terjadi. Sebab, masyarakat akan berpikir bahwa sukses selalu dikaitkan dengan keuangan yang berlebih. “Padahal sukses itu tidak selalu berhubungan dengan uang. Tapi bagaimana Anda merasa puas dan berhasil mencapai apa yang dicita-citakan. Itu sukses namanya,” katanya.

    Merry pun menyarankan agar para selebriti dan siapapun agar tidak memamerkan saldo ATM mereka. Sebagai panutan yang baik, ia menegaskan supaya seseorang lebih menunjukkan sifat kerja keras daripada hasil akhir berupa uang. “Kalau mau buat konten video, lebih baik yang memotivasi seperti bagaimana usaha Anda dalam meraih uang tersebut. Anda pun akan jauh dari hujatan dan justru disukai banyak orang,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.