Senang Menggambar Huruf, Ini 3 Profesi yang Bisa Ditekuni

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita menggambar. Unsplash.com/Stefan Stefancik

    Ilustrasi wanita menggambar. Unsplash.com/Stefan Stefancik

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang takut terjun ke dunia seni lantaran ketidakjelasan profesi yang bisa dijalani. Padahal, melalui seni menggambar, berbagai profesi bisa diambil karena kebutuhan akan jasa Anda.

    Contohnya, jika Anda gemar menggambar huruf alias lettering art, sebagian orang mungkin berpikir ini tak akan menjadi sumber penghasilan. Namun, menurut seniman lettering art Eko Fitriono, beberapa profesi membutuhkan gambaran huruf.

    Pertama adalah desain logo atau tulisan. Di era yang semakin maju ini, Eko mengatakan banyak orang tertarik untuk membuka usaha sendiri alias wiraswasta. Tentu mereka akan membutuhkan orang yang jago menggambar huruf untuk menciptakan logo perusahaan.

    “Bisa dilihat, dari desain logo dan tulisan saja sudah besar sekali peluang kerjanya. Jadi, kalau Anda suka menggambar huruf, terus tekuni karena sangat menghasilkan,” katanya dalam acara "Media Briefing Tombow Grand Workshop" di Jakarta pada Sabtu, 30 November 2019.

    Selain desain logo, Eko juga mengatakan pelaku lettering art bisa bekerja sebagai pemateri di acara seni. “Contohnya seperti sekarang, saya bisa membagikan ilmu menggambar huruf kepada teman-teman. Workshop seni itu mulai terbuka luas di Indonesia, jangan takut kalah saing,” ungkapnya.

    Membuka jasa menggambar tulisan sendiri juga dapat dilakukan. Misalnya, jasa diberikan untuk orang-orang yang akan ulang tahun atau merayakan hari jadi pernikahan. Para pemilik restoran dan tempat nongkrong bisa menjadi klien juga.

    “Setiap hari pasti ada orang yang ulang tahun. Kedai kopi yang keren juga mulai banyak dibuka. Mereka pasti butuh lettering art,” jelasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.