Tips buat yang Tak Punya Gelar Seni dan Ingin Jadi Seniman

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak menggambar (pixabay.com)

    Ilustrasi anak menggambar (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak anak muda yang mulai tertarik menggambar. Bahkan, tak sedikit pula yang ingin bercita-cita menjadi seniman.

    Sayangnya, beberapa mungkin tidak memiliki latar belakang pendidikan menggambar, seperti sekolah desain dan sebagainya. Jika Anda salah satunya, seniman lettering art Eko Fitriono pun membagikan beberapa tips.

    Berdasarkan pengalamannya sebagai seorang sarjana pendidikan matematika, Eko mengatakan mata pelajaran tidak begitu mempengaruhi. Namun, latihan secara rutin lah yang membuat seseorang ahli dalam menghasilkan karya seni.

    “Anda bisa saja sekolah sarjana seni, tapi kalau tidak diimbangi dengan latihan tidak akan berhasil. Jadi, kuncinya di latihan. Coba latih kemampuan untuk menggambar agar terus menghasilkan yang terbaik,” katanya dalam acara "Media Briefing Tombow Grand Workshop" di Jakarta pada Sabtu, 30 November 2019.

    Selain itu, Eko juga mengingatkan menjadi seniman profesional membutuhkan konsistensi yang tinggi. Ini berarti, Anda harus benar-benar mencintai seni karena itu yang akan dikerjakan seumur hidup.

    “Ini akan menjadi mata pencaharian dan aktivitas Anda selamanya. Pastikan Anda cinta dengan menggambar,” ungkapnya.

    Selanjutnya, berinvestasi dari segi pembelian alat dan ilmu juga wajib dilakukan sebab dengan semakin majunya zaman, teknik menggambar akan mengikuti sehingga perlu untuk menambah instrumen dan wawasan menggambar.

    “Dulu, menggambar bisa pakai pensil saja, sekarang kan ada kuas dan sebagainya. Metodenya juga berbeda. Kita harus bisa menguasai itu juga agar tidak ketinggalan zaman,” jelasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.