Tips buat Seniman Pemula Lettering Art

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para guru menulis kaligrafi Cina dalam acara untuk menyambut Tahun Baru Imlek, di Sekolah Tsun Jin, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat, 18 Januari 2019. Ratusan guru bersama murid mereka membuat kaligrafi Cina bersama untuk menyambut tahun baru shio Babi Tanah. REUTERS

    Para guru menulis kaligrafi Cina dalam acara untuk menyambut Tahun Baru Imlek, di Sekolah Tsun Jin, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat, 18 Januari 2019. Ratusan guru bersama murid mereka membuat kaligrafi Cina bersama untuk menyambut tahun baru shio Babi Tanah. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Karya seni lettering art sedang menjadi tren di kalangan anak muda. Ini adalah sebuah bentuk tulisan dengan gaya dan model yang sangat menarik perhatian. Umumnya, Anda bisa menemui di berbagai platform media sosial ataupun tembok-tembok kafe.

    Bila tertarik untuk mempelajari lebih dalam tentang lettering art ini, seniman Eko Fitriono pun mau membagikan tips. Pertama adalah ketelitian. Menurut Eko, hal ini sangat penting karena berbeda dengan bentuk karya seni lain. Lettering art mencampurkan gambar dan tulisan.

    “Telitinya dalam arti begini, Anda harus bisa menulis dengan jelas walaupun dibuat gambar. Jangan huruf P terlalu ke bawah, nanti jadi D dan sebagainya,” katanya dalam acara "Media Briefing Tombow Grand Workshop" di Jakarta pada Sabtu, 30 November 2019.

    Pria dengan jumlah pengikut lebih dari 29 ribu orang di akun Instagram @kulapanik itu juga menyarankan untuk senantiasa melihat referensi sebab dengan perkembangan zaman, gaya lettering art bisa berubah-ubah.

    “Kita tidak bisa monoton dengan satu gaya gambar dan tulisan saja. Tapi harus mengikuti di era sekarang ini apa yang menonjol,” ungkapnya.

    Memperhatikan alat dan cara penggunaannya juga tak kalah penting. Misalnya, seseorang yang ingin menggunakan media kertas disarankan untuk memakai pensil, bolpoin, atau spidol untuk menghasilkan karya.

    “Ini sederhana tapi orang sering salah. Contohnya mereka mau pakai kertas dan kuas. Otomatis pasti robek dan tidak jadi karyanya. Jadi hal kecil seperti ini juga penting diperhatikan,” jelasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.