Hari AIDS Sedunia, Ini 5 Tips Bila Kerabat Adalah Penyintas

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan peserta membentuk formasi Pita Merah saat pemecahan rekor MURI di Lapangan Gasibu, Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 30 November 2019. Sebanyak empat ribu orang dari berbagai elemen masyarakat mencatatkan rekor formasi Pita Merah terbesar di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai salah satu bentuk solidaritas bagi Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA). ANTARA

    Ribuan peserta membentuk formasi Pita Merah saat pemecahan rekor MURI di Lapangan Gasibu, Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 30 November 2019. Sebanyak empat ribu orang dari berbagai elemen masyarakat mencatatkan rekor formasi Pita Merah terbesar di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai salah satu bentuk solidaritas bagi Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA). ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari AIDS Sedunia diperingati pada 1 Desember. Memiliki status HIV positif, pasti akan berat untuk siapapun. Sudah banyak kisah para tokoh yang berjuang menghadapi penyakit ini. Salah satu hal yang membuat mereka akhirnya bisa kembali bangkit, adalah dukungan dari orang-orang di sekitar, yang tidak mematahkan semangat mereka untuk menjalani hidup yang sehat.

    Berikut ini, beberapa langkah untuk membantu kerabat yang baru saja terdiagnosis HIV.

    1. Terbuka untuk berbicara
    Jadilah orang yang terbuka untuk diajak berbicara mengenai HIV secara jujur. Namun, jangan kemudian memaksa mereka untuk berbicara dengan Anda. Biarkan mereka menentukan waktu yang dirasa paling tepat untuk membicarakannya. Jangan menjadi canggung dan memperlakukannya seperti orang sakit. Kebanyakan dari mereka, lebih senang diperlakukan seperti biasa. Tunjukan pada mereka bahwa kepedulian Anda tidak akan berubah, meski ia telah didiagnosis HIV.

    2. Jadi pendengar yang baik
    Saat mereka sudah siap bercerita tentang kondisinya, jadilah pendengar yang baik. Jangan menggurui dan tunjukkan kepedulian Anda dengan cara yang lembut.

    3. Tanyakan kondisi mereka
    Jika memungkinkan, tanyakan kepada meraka, mengenai bantuan yang bisa Anda berikan. Sebab, mungkin ada alasan tertentu yang memilih mereka memilih untuk terbuka dengan Anda. Misalnya, untuk kemudian meminta Anda menemani saat pengobatan atau memberikan dukungan saat mereka ingin lebih terbuka dengan statusnya.

    4. Pelajari lebih jauh tentang HIV
    Saat ada orang terdekat Anda yang terdiagnosis HIV, Anda juga perlu mempelajari mengenai penyakit ini secara rinci. Dengan begitu, Anda akan lebih paham tahap-tahap yang bisa Anda lakukan untuk membantunya.

    5. Dukung pengobatannya
    Pengidap HIV harus mengonsumsi obatnya secara rutin, seumur hidupnya. Hal ini tentu bukanlah hal yang mudah. Sehingga, Anda juga bisa membantu dengan mengingatkannya untuk minum obat.

    HIV adalah penyakit yang penularannya sebenarnya tidak semudah itu. Sehingga, saat ada kerabat yang mengidap kondisi ini, jangan menjauhinya. Justru di sinilah peran kita sebagai orang terdekat untuk selalu membantu dan memberikan dukungan semampu kita.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.