Redakan Gangguan Jiwa dengan Meditasi

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pria Meditasi. stopsatressandanxiety.com

    Ilustrasi Pria Meditasi. stopsatressandanxiety.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Meditasi diklaim bisa mencegah gangguan mental bila dilakukan dengan baik dan benar serta dituntun oleh fasilitator. Bagi pemula, meditasi akan mengajarkan antara lain mengelola pernapasan, fokus terhadap hal yang dirasakan, dan mindful. Meditasi yang baik juga akan membuat orang mampu mengontrol emosi dan perasaan.

    Psikolog Rosdiana Setyaningrum menuturkan meditasi akan berdampak positif pada kehidupan sehari-hari bila dilakukan dan didampingi oleh fasilitator yang tersertifikat. Meditasi bisa menjadi cara untuk mencegah gangguan mental.

    “Namun, bukan dengan meditasi lalu masalah akan selesai, tetapi dengan meditasi maka lebih fokus dan tenang lalu melihat masalah dengan lebih jelas. Terkadang, orang yang memiliki masalah lebih cepat takut, panik, dan emosi sangat disarankan untuk meditasi dan melakukan hal-hal positif,” ungkapnya.

    Menurutnya, dengan meditasi maka akan lebih ditenangkan, dan mindful. Saat seseorang menjadi tenang, maka ia akan memiliki kemampuan menganalisa persoalan hidup dengan baik dan melakukan sesuatu sesuai dengan kebutuhan hidup. Biasanya, hal yang dilakukan bakal berdampak positif pada hidupnya dan orang lain.

    Rosdiana mengungkapkan bila telah mengalami depresi dan hanya meditasi maka hal itu sangat tidak disarankan. Dia menyarankan seseorang yang sudah depresi pergi ke psikolog dan konsultasi ke psikiater.

    Sebagai informasi, gangguan jiwa yang sering dialami di masyarakat antara lain cemas dan takut, munculnya pemikiran dan persepsi yang tak normal seperti skizofrenia, halusinasi, mempercayai hal-hal sebenarnya tak terjadi (delusi), gangguan suasana hati, seperti depresi, bipolar, siklotimik, dan gangguan makan.

    Gangguan jiwa bisa memburuk bila tak ditangani oleh tenaga profesional. Penderita gangguan mental berpotensi menyakiti diri sendiri atau orang lain jika masalah kesehatannya ini tidak ditangani.

    Dia mengungkapkan bila seseorang kemungkinan menderita gangguan jiwa, maka segeralah mencari bantuan pada dokter spesialis kejiwaan atau psikiater sbab psikiater dapat memeriksa tanda-tanda gangguan jiwa dan membantu pengobatan jika diperlukan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.