Jenis Buah yang Harus Dibatasi Konsumsinya di Musim Hujan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi buah durian. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Ilustrasi buah durian. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Presenter yang juga dokter, Sonia Wibisono, memberikan saran mengenai beberapa makanan yang perlu dikonsumsi di musim hujan seperti sekarang. Ia menyebut makanan yang dikonsumsi harusnya tidak monoton dan perlu dikombinasikan.

    "Misalnya ganti-ganti buah yang warnanya bervariasi, penting ganti-ganti ada variasi vitamin. Buah sih apa saja bagus," ungkapnya.

    Buah yang perlu dibatasi konsumsinya adalah durian yang membuat tenggorokan panas dan tidak disarankan untuk banyak konsumsinya pada musim hujan.

    "Kalau takut suara serak, jangan makan durian soalnya bikin panas karena durian punya sifat panas merangsang. Jadi, buah yang merangsang tenggorokan itu yang dingin kan enggak bagus buat kerongkongan, bikin gampang batuk pilek," sambungnya.

    Selain durian, beberapa buah yang juga perlu dibatasi konsumsinya di antaranya kelengkeng, anggur, dan kiwi.

    "Sedikit-sedikit saja, kiwi sebenarnya bagus, vitamin C-nya tinggi. Tapi mungkin ada yang alergi jadi gampang bikin gatal tenggorokan," ungkapnya.

    Sonia pun mengungkapkan buah kalengan juga perlu dikurangi konsumsinya karena memiliki risiko penyakit jangka panjang, yakni kanker.

    "Lebih baik punya taman sendiri, petik sendiri, daripada makan buah kaleng jangka panjangnya bikin kanker karena terdapat pengawet pewarna. Makan sehat, enggak mahal, tapi harus pilih-pilih," terangnya.

    "Makanan kita sekarang bisa jadi lebih mahal, lebih buruk. Hidup sehat intinya pilih-pilih makanan saja, jangan semua dimakan, ada yang lebih meracuni, bukan menyehatkan malah meracuni," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.