Dokter Ungkap Proses Penyebaran Virus Hepatitis A

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hepatitis. Shutterstock.com

    Ilustrasi hepatitis. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejadian luar biasa (KLB) Hepatitis A di Depok masih menjadi perbincangan publik. Menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan, hingga kini sebanyak 262 siswa di SMPN 2 Depok terindikasi penyakit ini.

    Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Dirjen P2P Kemenkes), Anung Sugihantono, penyebaran virus hepatitis A dibawa oleh seorang pesuruh di sekolah tersebut.

    “Dia bekerja sebagai pembersih toilet yang juga berjualan di kantin sekolah,” katanya dalam acara Media Briefing di kantor Kementerian Kesehatan pada Rabu, 4 November 2019.

    Lantas, bagaimana cara virus hepatitis A ditularkan dari satu orang ke lain? Ketua Umum Perhimpunan Penelitian Hati Indonesia yang sekaligus spesialis gastroenterologi, Irsan Hasan, mengatakan hepatitis A menggunakan sistem fekal oral. “Jadi masuk dan ditularkan lewat mulut,” ungkapnya.

    Dari mulut, virus akan masuk ke lambung. Setelah itu, ia akan menetap hingga bertumbuh di usus dan hati sehingga saat seseorang buang air besar (BAB), yang artinya mengeluarkan isi usus, virus itu pun akan ikut terbawa.

    “Bagi mereka yang hidupnya tidak bersih, misalnya habis buang air tidak cuci tangan, virus bisa disebarkan melalui tangan yang memegang khususnya makanan,” jelasnya.

    Dengan makanan yang disajikan oleh pasien virus hepatitis A dan dikonsumsi orang lain, virus pun masuk ke mulut dan berkembang seperti siklus awal sehingga, menjaga kebersihan menjadi sangat penting untuk dilakukan.

    “Jadi, cuci tangan dan sanitasi itu penting sekali untuk mencegah penyebaran virus hepatitis A,” tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.