Pentingnya Mencuci Sayuran agar Tak Terjangkit Hepatitis A

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak dan sayuran. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak dan sayuran. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagaimana cara Anda menyiapkan sayuran untuk keluarga? Dicuci dulu atau langsung disediakan begitu saja di meja makan?

    Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Dirjen P2P Kemenkes), Anung Sugihantono, sebaiknya sayuran selalu dicuci. Ia menjelaskan sayuran yang tidak dicuci memiliki risiko tinggi untuk menyebarkan virus Hepatitis A pada keluarga.

    Hepatitis A adalah penyakit peradangan organ hati yang ditandai dengan kelelahan, mual, nyeri perut, gangguan nafsu makan, dan demam ringan. Menurut Anung, virus hepatitis A tersebut sangat gemar tinggal pada sayuran karena bersifat dingin.

    “Virus senang sekali tinggal pada tempat yang asam dan dingin. Jadi, kalau Anda tidak mencuci sayuran dan langsung begitu saja dimakan, risiko Hepatitis A akan menjadi sangat tinggi,” katanya dalam acara Media Briefing di kantor Kementerian Kesehatan pada Rabu, 4 November 2019.

    Cara pencucian sayuran yang baik bisa sekedar dikucurkan air ataupun diberi sabun antibakteri. Ini berlaku bagi yang ingin menyajikan sayur dalam bentuk lalapan. Namun, cara lain yang bisa diterapkan adalah dengan memanaskan sayuran pada suhu di atas 80 derajat Celcius.

    “Dijadikan sup lebih baik karena virus akan mati dalam suhu panas,” ungkapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.