Survei: Keterampilan Hidup Ini Tak Dimiliki Remaja Sekarang

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sulitnya Melakukan Komunikasi dengan Anak Praremaja (Depositphotos)/Tabloid Bintang

    Sulitnya Melakukan Komunikasi dengan Anak Praremaja (Depositphotos)/Tabloid Bintang

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah jajak pendapat di Inggris yang melibatkan 1.000 orang tua dengan anak berusia 13 tahun ke atas menyatakan, enam dari 10 peserta khawatir anak remaja mereka kekurangan keterampilan hidup yang esensial. Jajak pendapat ini menemukan banyak responden khawatir anak remaja mereka tidak tahu bagaimana menghadapi stres, kondisi finansial, atau menjaga diri pada malam hari.

    Seperlima dari responden mengatakan anak mereka tidak akan mampu menghadapi patah hati, sedangkan 16 persen berpikir anak mereka tidak akan mampu membela diri. Mengatakan tidak jika mereka tidak ingin melakukan sesuatu, berbicara di depan umum, dan bagaimana menunjukkan kepercayaan diri juga di antara keterampilan yang perlu dimiliki remaja modern. Bahkan, banyak pula orang tua yang menyatakan anak mereka tidak dapat membaca peta, makan makanan seimbang, atau menyetrika baju.

    Bekerja sebagai bagian dari sebuah tim, mengetahui bagaimana bersikap empati terhadap orang lain, dan memiliki ketahanan juga merupakan keterampilan yang dikhawatirkan tidak dimiliki remaja.

    "Ada banyak cara di mana anak muda saat ini dapat belajar keterampilan hidup yang penting untuk masa depan mereka," kata Claire Round dari National Citizen Service (NCS Trust), yang melakukan penelitian bersamaan dengan programnya untuk membantu anak usia 16-17 tahun, sebagaimana dilansir Independent.

    "Meskipun penting bagi orang tua untuk ikut serta dalam mengajarkan kualitas, seperti kesopanan, kepercayaan, dan kepercayaan diri, mereka tidak dapat bertanggung jawab untuk membentuk seluruh kepribadian dan karakteristik anak mereka," lanjutnya.

    Survei juga menemukan satu dari enam responden tidak berpikir anak remaja mereka dapat mengatur waktu sendiri secara efektif, memahami suku bunga, memasak makan malam, atau membangun skor kredit yang baik.

    Sementara itu, 29 persen dari mereka yang disurvei paling khawatir tentang anak yang memiliki keterampilan emosional untuk mengatasi situasi yang sulit, 22 persen juga khawatir anak-anak mereka tidak memiliki keterampilan praktis.

    Selain itu, 63 persen orang tua berpikir sekolah memiliki tanggung jawab untuk mengajarkan hal-hal seperti bagaimana cara menghemat uang, bagaimana berbicara di depan umum, dan bagaimana menjadi teman yang baik.

    Tujuh dari 10 orang mengatakan paling penting bagi anak-anak mereka untuk belajar keterampilan keuangan, sementara 63 persen menginginkan mereka untuk dapat mengelola emosi secara efektif. Hampir tiga perempat (73 persen) setuju bahwa anak mereka harus melalui pengalaman yang menantang sebagai remaja untuk membangun karakter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.