Vokalis Roxette Tutup Usia, Cegah Tumor Otak Dengan Cara Ini

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marie Fredriksson dan Per Gessle dari Roxette tampil dalam acara TV yang merayakan ulang tahun ke-50 majalah remaja Jerman BRAVO di Hamburg 21 Oktober 2006. Marie Fredriksson merupakan salah satu pelopor band tersebut dan terkenal karena suaranya yang khas. REUTERS/Christian Charisius/File Photo

    Marie Fredriksson dan Per Gessle dari Roxette tampil dalam acara TV yang merayakan ulang tahun ke-50 majalah remaja Jerman BRAVO di Hamburg 21 Oktober 2006. Marie Fredriksson merupakan salah satu pelopor band tersebut dan terkenal karena suaranya yang khas. REUTERS/Christian Charisius/File Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Vokalis band Roxette, Marie Fredriksson, meninggal dunia pada Senin, 9 Desember 2019. Situs The Independent mengabarkan wanita berusia 61 tahun ini mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan penyakit tumor otak yang telah diderita selama 17 tahun.

    Spesialis bedah saraf dari Comprehensive Brain and Spine Centre Surabaya, Agus C. Anab alias Aca, yang ditemui beberapa waktu lalu mengatakan kanker otak memang menjadi salah satu pembunuh diam-diam di dunia kesehatan.

    Sampai saat ini, ia pun tidak mengetahui penyebab utama penyakit itu. Walau begitu, ada sejumlah faktor risiko yang memungkinkan terjadinya tumor, seperti diwariskan dari orang tua, virus onkogen, radiasi, misalnya dari ponsel, zat kimiawi, termasuk penyedap rasa, terapi hormon pada pil KB, dan rokok.

    Tumor otak adalah jaringan abnormal yang timbul akibat pertumbuhan sel yang tidak normal di dalam otak. Ada banyak jenis tumor otak, beberapa di antaranya bersifat jinak, dan ada pula yang bersifat ganas. Tumor otak dapat berasal dari jaringan sel otak atau tumor otak primer. Tumor otak dapat pula berasal dari tumor ganas di bagian tubuh lain yang menyebar ke otak. Tumor jenis ini disebut sebagai tumor sekunder atau metastasis.

    Tindakan pencegahan selain deteksi dini melalui MRI adalah tidak membiarkan stres berat yang menyerang terus-menerus. Bila mengalami stres, ada baiknya menyempatkan waktu beristirahat dan refreshing untuk mengurangi dan menghilangkan stres. Pencegahan tumor otak pun penting dilakukan dengan membatasi radiasi langsung yang berlebih pada tubuh.

    “Sebaiknya gunakan handsfree bila sering menggunakan telepon seluler dalam waktu lama,” katanya.

    Aca pun menyarankan untuk menerapkan pola makan sehat dengan gizi seimbang. Misalnya dengan mengonsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian, ditambah membatasi diri mengonsumsi lemak. Selain itu, diet makanan lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengurangi makanan yang diasap, dibakar, dan diawetkan dengan nitrat maupun zat kimiawi buatan.

    “Jangan pula merokok atau mengonsumsi alkohol,” ungkapnya.

    Memeriksakan kesehatan secara teratur pun penting dilakukan. Terlebih bila ada riwayat keluarga penderita kanker otak sebelumnya. Selanjutnya, jangan mengonsumsi obat-obatan tertentu sebelum mendapat resep rujukan dokter. Kesalahan penggunaan obat dapat merangsang perkembangan sel kanker. Melakukan olahraga secara teratur dengan porsi yang cukup pun penting dilakukan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?