3 Kesalahan Umum saat Memilih Warna Cat Tembok

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ruang tamu. Boldsky.com

    Ilustrasi ruang tamu. Boldsky.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Memilih warna cat tembok itu penting sebab berperan untuk memperindah ruangan. Sebaliknya, jika salah memilih warna, tentu ini akan mempengaruhi seluruh penampilan rumah atau tempat usaha.

    Sayangnya, pengetahuan masyarakat tentang cara memilih warna cat tembok yang benar masih minim. Agar tidak salah langkah, desainer interior profesional Alvin Tjitrowirjo pun membagikan beberapa kesalahan umum yang wajib dihindari.

    Kesalahan pertama menurut Alvin adalah terlalu memaksakan warna favorit untuk menghiasi setiap sudut ruangan. Sebenarnya, hal ini bisa saja dilakukan namun akan sangat membosankan. Ia menyarankan agar setiap orang berani melakukan kombinasi warna.

    “Jangan terpaku dengan satu warna favorit, tapi campurkan dengan warna lain untuk menghidupkan ruangan,” katanya dalam acara "Colour of The Year" di Jakarta pada Kamis, 12 Desember 2019.

    Desainer Interior Alvin Tjitrowirjo dalam acara Media Gathering Colour of The Year di Jakarta pada Kamis, 12 Desember 2019. TEMPO/Sarah Ervina Dara Siyahailatua

    Kesalahan lain yang patut dihindari adalah memadukan warna dengan salah. Alvin mengatakan bahwa tak sedikit orang yang mengombinasi dua warna cerah secara bersamaan. Padahal, ini justru sangat mengganggu dan memperburuk ruangan.

    “Kita harus tahu warna ini cocok atau tidak kalau digabungkan. Jangan merah dan hijau disatukan tapi coba krem dan abu-abu,” jelasnya.

    Memilih warna tembok yang sama dengan hiasan juga menjadi kesalahan umum lain. Alvin menjelaskan bahwa warna yang sama antara dinding dan pajangan justru membuat keduanya tidak menonjol.

    “Yang benar itu sama-sama menonjol. Caranya adalah memilih warna kontras, misalnya temboknya putih dan hiasannya coklat,” ungkapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!