Layanan Kesehatan Online, Menguntungkan atau Merugikan Dokter?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi praktek dokter online. socialmediaclub.org

    Ilustrasi praktek dokter online. socialmediaclub.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Dengan pesatnya kemajuan teknologi di dunia, banyak sektor mulai menciptakan aplikasi untuk memudahkan masyarakat. Contohnya, sudah hadir e-book alias buku digital hingga e-cash atau pembayaran online.

    Kini, muncul pula layanan kesehatan online yang membantu masyarakat untuk terkoneksi dan berkonsultasi dengan dokter secara virtual. Namun, menguntungkan atau merugikan kah bagi tenaga kesehatan seperti dokter? Bagi Ketua Umum Pengurus Ikatan Dokter Indonesia, Daeng M. Faqih, segala sesuatu tentu ada positif dan negatifnya.

    Memang dari segi penghasilan, tentu akan lebih menurun karena konsultasi yang awalnya dikerjakan dengan bertatap muka bersama dokter di rumah sakit kini berubah dengan online. Meski demikian, Daeng mengatakan bahwa bekerja sebagai ahli kesehatan tidak sekedar untuk aspek bisnis saja.

    “Ada juga dampak moral yang wajib diberikan kepada pasien,” katanya.

    Dengan adanya pelayanan kesehatan online pula, Daeng mengatakan ini bisa menjadi platform untuk lebih dikenal sebab berdasarkan data dari IDI pada 2019, terdapat lebih dari 130 ribu dokter umum.

    “Melalui keikutsertaan di aplikasi kesehatan online, seorang dokter bisa dikenal dan dijadikan pilihan oleh pasien di antara begitu banyak pilihan tenaga kesehatan,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.