Pencuri Bunga di Tol Singosari-Malang Kleptomania, Apa Itu?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kleptomania by Boldsky

    Ilustrasi kleptomania by Boldsky

    TEMPO.CO, Jakarta - Video seorang ibu yang sedang mencabut tanaman bunga tanpa izin sedang viral di media sosial Twitter. Menurut unggahan berdurasi lima detik di akun @rayaniza pada Senin, 16 Desember 2019, ibu tersebut melakukan aksinya di sekitar tol Singosari-Malang. Terlihat pula plat kendaraan mobil yang ditumpangi perempuan tersebut, yaitu plat N. Tak heran, “plat N” pun menjadi trending topik di Twitter.

    Terlepas dari kejadian tersebut, berbagai sumber menyebutkan jika sang ibu menderita gangguan kleptomania. Apa kleptomania itu?

    Situs Web MD mengatakan bahwa kleptomania adalah kelainan psikologis yang membuat penderitanya tidak mampu menahan godaan untuk mengambil benda-benda yang bukan miliknya tanpa izin.

    Prosesnya dimulai dengan kegelisahan yang dirasakan atas keinginan mengambil barang orang lain tanpa izin. Saat menjalankan aksinya, ia akan menikmati proses tegang dan cemas yang dirasakan. Setelah mendapatkan barangnya, ia akan merasakan kepuasaan sesaat yang pada akhirnya memunculkan perasaan bersalah dan takut tertangkap. Namun, perasaan tersebut tidak mencegahnya untuk melakukannya lagi karena kecanduan.

    Secara kimiawi, kleptomania muncul karena menurunnya gangguan hormon pengatur emosi pada otak yang membuat keinginan untuk mencuri tak bisa ditahan. Setelah aksi dijalankan, akan ada pelepasan zat yang menimbulkan perasaan senang dan ketagihan.

    Karena bukan mencuri untuk tujuan keuntungan dan nilai barang, kelainan ini juga bisa menimbulkan perasaan membenci diri sendiri atas segala perbuatannya. Oleh karena itu, beberapa upaya pengobatan seperti mengonsumsi obat antidepresan jenis selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) wajib dilakukan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.