Ringankan Gejala Radang Lambung dengan Cara Mudah Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi infeksi lambung (pixabay.com)

    Ilustrasi infeksi lambung (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Gastritis atau radang lambung adalah salah satu masalah kesehatan umum. Berbeda dengan maag (dispesia) yang merupakan sekumpulan gejala gangguan pencernaan, gastitris adalah penyakit yang terjadi saat lapisan lambung mengalami iritasi.

    Beberapa tanda jika seseorang mengidap radang lambung itu termasuk hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, nyeri di perut bagian atas hingga feses berwarna hitam. Menurut dokter spesialis gastronomi Hasan Maulahela, penyebabnya adalah gaya hidup kurang sehat.

    Nah jika Anda mengalami radang lambung, beberapa hal wajib diperhatikan agar rasa sakit bisa diringankan. Hasan pun menghimbau agar pasien menghentikan penggunakan obat-obatan anti nyeri seperti aspirin. “Kalau tidak perlu minum anti nyeri, sebaiknya dihindari karena penggunaan yang terus menerus bisa menyebabkan radang lambung,” katanya dalam talkshow di acara HUT Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di Jakarta pada Sabtu, 21 Desember 2019.

    Menghindari minuman tinggi kafein seperti kopi dan teh, serta minuman beralkohol juga disarankan Hasan. Ia menjelaskan bahwa jenis minuman tersebut dipercaya dapat mengiritasi lapisan mukosa lambung. “Yang ada, bisa semakin parah kalau dipaksakan minum. Jadi jangan minum itu dulu untuk meringankan rasa sakitnya,” ungkapnya.

    Berhenti merokok tak lupa disampaikan oleh Hasan. Selain menyebabkan kanker paru, merokok juga bisa meningkatkan produksi asam lambung. “Lapisan lambung yang sudah iritasi dan asam lambung naik, tentu akan semakin membahayakan. Risikonya besar untuk GERD,” tegasnya.

    Terakhir, tidak mengkonsumsi makanan yang bisa menambah iritasi pada lambung juga ditegaskan. Hasan mengatakan bahwa beberapa jenis makanan yang wajib dihindari itu termasuk makanan pedas, berlemak, berminyak dan asam. “Ditahan dulu keinginannya supaya cepat sembuh. Nanti kalau sudah membaik, pasti bisa menikmati makanan enak itu lagi,” tutupnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.