Awas, Sepeda dan Skuter Listrik Berisiko Tinggi Cedera

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepeda Listrik Xiaomi  (Gizmochina.com)

    Sepeda Listrik Xiaomi (Gizmochina.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Awas, sepeda dan skuter listrik yang semakin populer di Amerika Serikat dan negera lain memiliki risiko cedera tinggi. Menurut penelitian, alat transportasi itu berisiko cedera lebih tinggi dari sepeda tradisional dan memiliki pola risiko yang berbeda dibandingkan dengan skuter.

    Studi tersebut merupakan hasil analisis yang dikumpulkan dari tahun 2000 hingga 2017 oleh Komisi Pengawasan Cedera Elektronik Nasional (NEISS), terkait dengan cedera yang melibatkan tiga jenis kendaraan. Para pengendara motor elektronik lebih mungkin menderita cedera dalam dan dirawat di rumah sakit dibandingkan dengan pengendara lain. Sementara itu, pengguna skuter bertenaga listrik memiliki tingkat gegar otak lebih tinggi.

    Dalam jurnal Injury Prevention, para peneliti melaporkan cedera e-sepeda tiga kali lebih tinggi dan memungkinkan para penggunanya terlibat tabrakan dengan pejalan kaki daripada skuter atau sepeda tradisional.

    "Kami tidak tahu banyak tentang risiko keseluruhan dan manfaat skuter bertenaga listrik dan e-sepeda," ujar Charles DiMaggio, penulis utama studi tersebut.

    DiMaggio melanjutkan, yang paling signifikan, penelitian tersebut menemukan adanya tingkat cedera lebih serius dari pengguna e-sepeda.

    Dari lebih dari 245 juta cedera yang dilaporkan dalam periode penelitian, sebanyak 130.797 melibatkan kecelakaan skuter listrik, terhitung 5,3 per 10.000 cedera. Sementara, ada 3.075 cedera yang melibatkan e-sepeda atau 0,13 per 10.000. Selain itu, sekitar 9,4 juta cedera sepeda kayuh menyumbang 385,4 per 10.000 dari semua cedera gawat darurat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.