Ke Sarinah, Ini Kenangan Erick Thohir

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir. TEMPO/Muhammad Taufan Rengganis

    Menteri BUMN Erick Thohir. TEMPO/Muhammad Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Libur Natal dan Tahun Baru mungkin digunakan oleh banyak orang untuk melancong. Namun ternyata, tidak demikian dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. Melalui unggahan video dan foto di akun Instagram pribadinya, @erickthohir, bisa terlihat bahwa dirinya justru pergi berbelanja kebutuhan kantor.

    Pusat perbelanjaan yang dituju itu adalah Sarinah. Saat masuk ke dalam gedung, Erick pun mengenang tempat yang didatanginya itu. Ia menjelaskan bahwa Sarinah dikenangnya sebagai tempat untuk mencari kaset. Terlihat dalam video itu, Erick pun langsung menuju toko musik. Erick juga terlihat memegang piringan hitam dengan tulisan band rock Rolling Stone dan Guns and Roses.

    Selanjutnya, Erick juga menuju ke tempat barang antik dan furniture. Terakhir, deretan pakaian batik juga menarik perhatian Erick Thohir. Ia pun sempat membantu pasangan yang akan membeli atasan motif batik. “Ini bagus,” katanya dalam video yang diunggah pada Jumat, 27 Desember 2019 itu.

    Sebagai kilas balik pula, Erick menjelaskan tentang sejarah gedung Sarinah. Ia menjelaskan bahwa Sarinah adalah pusat perbelanjaan pertama yang ada di Indonesia. “Ini didirikan pada 17 Agustus 1962 oleh Presiden Soekarno,” tulisnya pada keterangan foto dan video itu.

    Rupanya, Erick mengatakan jika Sarinah bukan nama yang sembarangan diberikan. Namun, itu diadopsi sebagai bentuk penghargaan untuk sosok pengasuh Presiden Soekarno, Mbok Sarinah. Sebab menurut bagian pengantar buku karya Soeharto yang berjudul Sarinah, banyak hal positif dan pelajaran khususnya tentang cara mencintai orang kecil dari pengasuhnya itu. “Ia orang kecil, tapi jiwanya selalu besar,” katanya.

    Setelah mengungkapkan sebuah kilas balik yang menarik, Erick pun tak melupakan tugasnya sebagai seorang pemerhati bisnis. Saat melihat dan berbelanja langsung di Sarinah, Erick mengaku bahwa terdapat banyak hal yang harus dibenahi. “Pembaharuan perlu dilakukan untuk dapat tetap bersaing, namun dengan tidak meninggalkan nilai sejarah dari Sarinah itu sendiri,” katanya.

    Nah kalau Anda sendiri, apa kenangan Anda saat jalan-jalan ke Sarinah?

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | INSTAGRAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.