Termakan Iklan, Banyak Salah Kaprah tentang Susu Kental Manis

Reporter

Editor

Mitra Tarigan

Susu kental manis. Finecooking.com

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Harian Yayasan Abhipraya Cendika Indonesia (YAICI) Arif Hidayat mengatakan terjadi mispersepsi atau kesalahan pandangan masyarakat akan susu kental manis (SKM) sebagai minuman yang bergizi tinggi. "Ini mispersepsi yang terjadi di masyarakat, yang beranggapan bahwa SKM adalah minuman susu. Padahal kenyataannya, kandungan protein dalam susu sangat sedikit. Justru kandungan gula dalam SKM mencapai lebih dari 50 persen,” ujar Arif dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu 28 Desember 2019.

SKM dianggap sebagai minuman susu yang bisa dikonsumsi setiap hari. Padahal sejatinya susu kental manis adalah pelengkap makanan. Untuk itu, YAICI bersama Muslimat NU dan PP Aisyiyah mendorong produsen tidak lagi mengiklankan SKM sebagai susu, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masa depan generasi muda Indonesia yang lebih sehat dan produktif

Arif menambahkan bahwa produsen sudah lebih dari seratus tahun mengiklankan susu kental manis sebagai susu. Sehingga wajar bila pesan bahwa SKM sebagai minuman sehat dan bergizi yang bisa diminum setiap hari sudah tertanam di benak sebagian besar masyarakat.

Hasil survei yang dilakukan YAICI bersama PP Aisyiyah pada periode September-November lalu, juga mengungkapkan temuan bahwa persepsi masyarakat terhadap SKM, dan keputusan orang tua untuk memberikan minuman SKM kepada anaknya juga dipengaruhi oleh iklan di televisi.

YAICI bersama Majelis Kesehatan PP Aisyiyah melakukan survei tentang konsumsi Susu Kental Manis/Krimer Kental di Provinsi Aceh, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Utara Manado. Dari hasil survei disimpulkan bahwa iklan produk pangan pada media massa khususnya televisi sangat mempengaruhi keputusan orang tua terhadap pemberian asupan gizi untuk anak.

Sebanyak 37 persen responden beranggapan bahwa susu kental manis adalah susu, bukan topping, dan 73 persen responden mengetahui informasi susu kental manis sebagai susu dari iklan televisi. “Ini menunjukkan betapa iklan sebagai promosi produk yang ditayangkan berulang di televisi akan mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap produk yang diiklankan. Sehingga sampai hari ini masih ada masyarakat yang tetap mengonsumsi SKM sebagai susu karena mereka meyakini bahwa peruntukan SKM memang sebagai susu,” kata Arif.

Kondisi ini, kata Arif, sangat mengkhawatirkan. Hal itu dikarenakan kandungan gula pada SKM sangat tinggi, seharusnya SKM tidak diminum setiap hari sebagai susu. "Gula yang dikonsumsi melampaui kebutuhan akan berdampak pada peningkatan berat badan, bahkan jika dilakukan dalam jangka waktu lama secara langsung akan meningkatkan kadar gula darah dan berdampak pada terjadinya diabetes tipe-2,” tegas dia.

Ketua Bidang Kesehatan Pimpinan Pusat Muslimat NU, Erna Yulia Sofihara, mendorong produsen untuk membuat lebih banyak iklan-iklan kreatif tentang peruntukan SKM sebagai topping. “Sebab dari pihak kami sendiri tidak melarang iklan susu kental manis. Hanya saja, kami mengimbau produsen untuk mengiklankan SKM sesuai dengan peruntukannya sebagai topping, bukan sebagai minuman susu” kata Erna.

Erna menambahkan, edukasi tentang SKM yang dilakukan oleh kader Muslimat NU di daerah-daerah, juga mendorong masyarakat menciptakan berbagai kreasi makanan sehat dari susu kental manis. Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Chairunnisa, mengatakan persoalan iklan SKM sangat terkait dengan regulasi. “Kami mengimbau adanya regulasi yang memang secara tegas menyatakan larangan untuk mengiklankan SKM sebagai susu. Bila regulasi ini sudah tegas dinyatakan, maka kami mengimbau produsen untuk mematuhi regulasi tersebut,” kata Chairunnisa.

Pihak PP Aisyiyah sendiri, kata Chairunnisa, sudah menyampaikan rekomendasi kepada BPOM untuk melarang pemberian konsumsi SKM kepada anak-anak hingga usia dua tahun. Chairunnisa menambahkan, apabila rekomendasi itu diakomodir oleh BPOM dalam bentuk regulasi, maka produsen diimbau mentaati peraturan dengan mencantumkan ketentuan tersebut dalam setiap iklan SKM yang ditayangkan dalam semua bentuk media komunikasi.






Jangan Konsumsi 4 Buah Ini Bersama Susu, Kenapa?

9 jam lalu

Jangan Konsumsi 4 Buah Ini Bersama Susu, Kenapa?

Mengapa buah-buahan berikut sebaiknya jangan dikonsumsi bersama susu?


Apa itu Susu UHT?

12 jam lalu

Apa itu Susu UHT?

Meskipun sudah tidak asing di telinga, tetapi banyak orang yang masih salah kaprah mengenai susu UHT. Lantas, apa sebenarnya susu UHT itu?


Inilah Kandungan Nutrisi Daun Kelor sehingga Dijuluki Superfood

13 jam lalu

Inilah Kandungan Nutrisi Daun Kelor sehingga Dijuluki Superfood

Daun kelor mengandung banyak manfaat bagi kesehatan sehingga menjadi salah satu bahan pangan dengan julukan superfood.


Pesan Dokter buat Keluarga Pasien Demensia

23 jam lalu

Pesan Dokter buat Keluarga Pasien Demensia

Dokter mengatakan keluarga merupakan pengasuh atau caregiver yang paling ideal untuk merawat pasien demensia


6 Manfaat Teh Putih, Mencegah Peradangan hingga Kesehatan Gigi

1 hari lalu

6 Manfaat Teh Putih, Mencegah Peradangan hingga Kesehatan Gigi

Teh putih diproduksi dengan memetik kuncup dan daun sebelum mekar


Tempat Kerja Toxic Memang Seram, tapi Bisa Diatasi

2 hari lalu

Tempat Kerja Toxic Memang Seram, tapi Bisa Diatasi

Salah satu cara ampuh untuk mengatasi lingkungan kerja toxic adalah memulihkan diri sendiri.


Inilah 4 Makanan yang Dilarang Dikonsumsi Bersamaan dengan Susu

2 hari lalu

Inilah 4 Makanan yang Dilarang Dikonsumsi Bersamaan dengan Susu

Makanan-makanan berikut sebaiknya tak dikonsumsi bersamaan dengan susu.


Tak Hanya Memicu Bahagia, Berikut Khasiat Cinta bagi Tubuh

2 hari lalu

Tak Hanya Memicu Bahagia, Berikut Khasiat Cinta bagi Tubuh

Cinta merupakan salah satu hal yang disukai banyak orang. Tak banyak diketahui, cinta ternyata memiliki dampak positif bagi tubuh.


4 Manfaat Minum Susu Hangat Sebelum Tidur

2 hari lalu

4 Manfaat Minum Susu Hangat Sebelum Tidur

Kebiasaan minum susu hangat sebelum tidur memberikan ragam manfaat.


Seberapa Banyak Gula yang Boleh Dikonsumsi dalam Sehari?

3 hari lalu

Seberapa Banyak Gula yang Boleh Dikonsumsi dalam Sehari?

Mengonsumsi gula berlebih tidak baik untuk kesehatan. Berikut jumlah ideal gula yang bisa dikonsumsi dalam sehari.