7 Alasan Resolusi Tahun Baru Hanya Jadi Ilusi, Anda Takut Gagal

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi resolusi anak jelang tahun baru. supermommy.com.sg

    Ilustrasi resolusi anak jelang tahun baru. supermommy.com.sg

    TEMPO.CO, Jakarta - Memasuki tahun baru 2020 apakah Anda sudah memiliki resolusi baru yang ingin dicapai selama setahun ke depan? Membuat resolusi adalah rutinitas yang kerap dilakukan oleh semua orang untuk menghadapi tahun yang baru. Impian, harapan dan rencana baru sudah disiapkan setahun sebelumnya.

    Tujuannya, agar selama menjalani kehidupan bisa lebih bersemangat dengan harapan-harapan tersebut. Sayang, ada kalanya resolusi dan capaian itu tidak sesuai dengan harapan-harapan Anda. Kenapa? Berikut mungkin penyebabnya :

    1. Anda mencoba mengubah seluruh hidup Anda semalaman. Anda tidak mencapai ujung Gunung Everest dalam sehari. Ini adalah perjalanan yang terdiri dari segudang langkah kecil.

    2. Anda tidak percaya Anda dapat mencapai tujuan aspirasi Anda. Anda meragukan diri sendiri. Akibatnya, Anda tidak berkomitmen.

    3. Anda tahu teorinya, tetapi Anda tidak berlatih. Anda telah membaca banyak buku pengembangan pribadi, tetapi Anda gagal mempraktikkan pengetahuan Anda. Semuanya bicara, tidak ada tindakan.

    4. Resolusi Anda adalah sumber penderitaan, bukan kenikmatan. Mereka menjadi sumber stres. Mereka menjadi satu hal lagi yang perlu Anda lakukan dalam hidup Anda. Anda merasa itu adalah sesuatu yang harus dilakukan.

    5. Karena Anda takut gagal, Anda menjaga kerahasiaan resolusi Anda. Akibatnya, Anda tidak memiliki sistem pendukung. Anda tidak mendaftarkan anggota keluarga dan teman untuk membantu Anda menggerakkan jarum.

    6. Anda tidak memiliki cukup alasan untuk menyelesaikan resolusi Anda. Anda tidak bisa menjelaskan mengapa resolusi Anda itu.

    7. Resolusi Anda terlalu kabur. Misalnya, "berolahraga lebih banyak". Target itu terlalu umum dan tidak memiliki kuantitas yang konkret. Daripada kata 'lebih banyak', mungkin Anda bisa menuliskan tiga kali sepekan atau lima kali sepekan. Sehingga ukuran target Anda bisa terukur.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.