9 Tipe Kondom dan Plus Minusnya, Ada yang Berbahan Kulit Domba

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kondom. Sumber: Pixabay/asiaone.com

    Ilustrasi kondom. Sumber: Pixabay/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada sembilan tipe kondom yang perlu diketahui. Warna, ukuran, bentuk yang sangat variatif terkadang membuat Anda bingung memilih.

    Menurut Lauren Streicher, pakar kandungan sekaligus penulis Sex Rx: Hormones, Health and Your Best Sex Ever, tidak terlalu penting warna dan bentuknya, yang penting ukurannya pas dengan alat kelamin.

    “Anda harus menggunakan kondom selama melakukan hubungan intim, baik oral, anal, maupun genital agar terhindar dari penyakit menular seksual. Selain itu, saat menggunakannya dengan benar sesuai dengan prosedur, kondom dapat menekan risiko kehamilan hingga 98 persen,” jelasnya, dikutip dari Health.

    Lateks
    Kondom berbahan dasar lateks paling sering dijumpai di toko terdekat. Bahan lateks terbukti dapat menekan risiko kehamilan dan penyakit menular seksual. Namun, jika merasa gatal disertai dengan kemerahan atau ruam saat menggunakannya, itu artinya Anda alergi terhadap lateks.

    “Iritasi tersebut juga dapat disebabkan oleh faktor lain, seperti pelumas yang digunakan atau kurang cairan vagina,” ujar Angela Chaudhari, asisten profesor kebidanan di Universitas Northwestern, Amerika Serikat.

    Nonlateks
    Kebalikan dari lateks, kondom yang menggunakan bahan bukan lateks ini sangat ideal bagi mereka yang alergi terhadap lateks. Namun, Chaudhari mengingatkan jika kondom bukan lateks ini tidak seefektif lateks. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO bahkan melaporkan jika kondom bukan lateks cenderung mudah bocor saat digunakan dari yang berbahan lateks.

    Kulit domba
    Berbicara mengenai kulit domba, tipe kondom satu ini mungkin paling kontroversial dibanding tipe lain. “Kondom dari kulit domba ternyata mampu meningkatkan gairah saat melakukan hubungan intim,” ujar Chaudhari.

    Sayangnya, kondom dari kulit domba tersebut tidak terlalu efektif mencegah kehamilan dan penularan penyakit seksual sebab kulit domba memiliki pori-pori yang cukup besar sehingga menyebabkan beberapa jenis virus dapat lalu lalang dengan bebas saat melakukan hubungan intim.

    Spermicidal
    Spermicide merupakan senyawa kimia yang dapat menghancurkan membran sperma dan menurunkan pergerakan sperma. Spermicide dapat diperoleh di toko obat terdekat dengan bentuk yang variatif, mulai dari jeli, busa, krim, dan masih banyak lagi. Spermicide kerap digunakan dengan cara disemprot ke dalam vagina dengan alat bantu. Namun, menurut laman plannedparenthood.org, penggunaan spermicides tidak mengurangi risiko tertular penyakit seksual (PMS).

    Spermicide sendiri tingkat efektivitasnya mencapai 70 hingga 80 persen dan jauh lebih baik jika digunaka bersama dengan kondom sehingga efektivitasnya mengalami perubahan hingga 97 persen,” ujar Streitcher.

    Kondom perempuan
    Jika digunakan dengan benar, kondom perempuan efektif hingga 95 persen. Menurut Chaudhari, kondom perempuan akan lebih efektif jika digunakan bersama dengan alat pengontrol kehamilan lain, seperti pil atau IUD.

    Pelumas
    Streitcher menambahkan, “Pelumas dapat mengurangi risiko kebocoran kondom yang sering terjadi jika vagina terlalu kering. Yang perlu diperhatikan adalah jenis pelumasnya, sebab, tidak semua pelumas cocok dengan semua tipe kondom.”

    Supertipis
    Kondom supertipis banyak dipuji penggunanya karena tidak mengurangi sensasi saat berhubungan intim dan tak mudah sobek. Kebanyakan kondom yang sobek atau bocor merupakan yang tidak segera dipasang setelah dibuka dari bungkusnya.

    Menyala dalam gelap
    Kondom terbaru yang bisa menyala dalam gelap ini kerap dipandang sebelah mata. Nyatanya, mereka terbuat dari bahan lateks yang sudah terbukti efektivitasnya.

    Kondom rasa
    Sama halnya dengan kondom yang dapat menyala dalam gelap, kondom beraneka rasa ini juga dibuat dari bahan lateks. Selain cukup efektif untuk mencegah kehamilan dan penyakit menular seksual, rasa atau aroma kondom dipercaya mampu meningkatkan sensasi saat melakukan hubungan intim.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.