Kembali ke Rumah Pasca Banjir, Orang Tua Perlu Beri Masker Anak

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pembagian pakaian gratis oleh Pramuka Peduli Kwarcab Jakarta Timur di posko pengungsian korban banjir, Masjid Raya Universitas Borobudur, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, pada Kamis, 2 Januari 2020. Tempo/Adam Prireza

    Suasana pembagian pakaian gratis oleh Pramuka Peduli Kwarcab Jakarta Timur di posko pengungsian korban banjir, Masjid Raya Universitas Borobudur, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, pada Kamis, 2 Januari 2020. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir yang terjadi di Jakarta sudah berangsur surut. Mereka yang sebelumnya mengungsi pun mulai kembali ke rumah untuk tinggal dan melakukan aktivitas seperti sedia kala. Bagi orang tua yang akan pulang ke rumah bersama anak, dokter spesialis anak di Rumah Sakit Harapan Kita Lucia Nauli Simbolon pun membagikan tipsnya. Tentu ini bertujuan untuk menjaga agar anak tetap sehat.

    Pertama, ia mengatakan bahwa semua anak harus diberi masker sebelum memasuki rumah yang menjadi korban banjir. “Masker bisa melindungi anak dari terhirupnya jamur dan lumut di sekeliling rumah. Karena kalau terhirup, bisa membahayakan sistem pernafasannya,” katanya saat dihubungi Tempo.co pada Jumat, 3 Januari 2020.

    Setelah rumah dibersihkan, mengkonsumsi minuman dari air rebusan keran juga belum diperbolehkan. Sebab, banjir yang dialami bisa mempengaruhi air. “Sebaiknya untuk beberapa waktu minum air kemasan dulu. Di stok di rumah sampai keadaan air sudah baik,” katanya.

    Mengembalikan gizi yang tidak terpenuhi selama di pengungsian juga disarankan Lucia. Ia mengatakan bahwa anak-anak sebaiknya diberikan protein yang banyak. “Paling penting protein karena dia bisa memperkuat dan memperbaiki jaringan tubuh selama gizi kurang terpenuhi,” katanya.

    Memperbaiki pola tidur tak lupa ditegaskan Lucia. Sebab selama di pengungsian, anak tentu tidur dengan tidak nyaman. Misalnya tanpa kasur dan dikelilingi oleh keributan dari percakapan orang sekitar. “Tidurnya diperbaiki lagi, dibuat nyaman kembali. Ini perlu sekali untuk detoks alami yang mematikan racun-racun di tubuh,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!